Namun Nanang kini sedang menunggu janji Pemprov DKI melalui PT Transportasi Jakarta yang akan menggaji sopir Kopaja AC. Janji itu diharapkan akan terwujud pada 5 Juni mendatang.
"Sebenarnya nanti sopir akan digaji. Kami sedang mengejar itu," ujar Nanang ketika berbincang dengan detikcom, Jumat (8/5/2015).
Β
Menurut Nanang, dengan terwujudnya janji Pemprov DKI tersebut, maka diharapkan sopir mengemudi dengan tertib. Penumpang juga akan merasakan kenyamanan di Kopaja AC.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Masukan dari masyarakat segera kita perbaiki. Mudah-mudahan baik, kita nggak mau kehilangan penumpang," tuturnya.
Nanang menambahkan, sopir Kopaja AC diberitahu agar tidak mengemudi dengan ugal-ugalan. Pihaknya juga sudah melakukan pengawasan di lapangan tiap hari.
"Kalau masih ada sopir yang ugal-ugalan itu mungkin karena pengawasan kurang intens," kata Nanang.
Kasus sopir Kopaja AC ugal-ugalan terbaru menyebabkan Leny Perangin Angin tewas pada Senin 4 Mei 2015. Sebuah bus dari arah Menteng yang melaju cepat menabrak Leny yang saat itu hendak memutar di depan Kedubes Malaysia. Sopir seketika kabur dan busnya dengan nomor polisi B 7775 WA ditinggalkan di lokasi kejadian.
(nwy/nrl)










































