Ini Perilaku Aneh 33 WN Tiongkok di Rumah Mewah Pasar Minggu

Ini Perilaku Aneh 33 WN Tiongkok di Rumah Mewah Pasar Minggu

- detikNews
Jumat, 08 Mei 2015 12:27 WIB
Ini Perilaku Aneh 33 WN Tiongkok di Rumah Mewah Pasar Minggu
Jakarta -

Aktivitas 33 WN Tiongkok yang digerebek di rumah mewah Pasar Minggu mengundang kecurigaan warga sekitar. Perilaku komplotan yang diduga terlibat penipuan carding ini dinilai aneh di mata tetangganya.

Kejanggalan perilaku 33 WN Tiongkok ini diungkapkan Madinah (33), seorang petugas keamanan yang bertugas di depan samping kiri TKP penggerebekan di Jl Kenanga No 44 RT 07/02 Cilandak Timur, Pasar Minggu, Jaksel‎, Jumat (8/5/2015).

"‎Keluarnya sering jalan kaki, tapi pas pulang turun dari taksi di sini ( di depan rumah tempat Madinah bertugas), bukan di depan rumah mereka. Ya cewek cowok, kadang berempat, berlima gitu," kata Madinah kepada detikcom.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Madinah, rumah yang diketahui disewa Rp 300 juta per tahun itu juga tidak ada petugas keamanannya. ‎33 WN Tiongkok juga sempat memiliki sopir. ‎"Sebelumnya ada sopir tu, mobilnya APV tapi sopirnya juga tertutup, nggak pernah keluar nongkrong. Lalu nggak pakai supir lagi tapi ada mobil Avanza," ujarnya.

‎Madinah menceritakan WN Tiongkok membayar petugas sampah setempat untuk jangka setahun tetapi sampah tidak pernah diangkut dari rumah itu. Rupanya, sampah rumah tangga itu diangkut oleh petugas sampah di luar kawasan tersebut. Sampah itu sering diangkut dengan menggunakan‎ sepeda motor yang memiliki bak belakang pada malam hari. "Petugas sampah sini yang cerita, dia dibayar setahun tapi nggak pernah ambil sampah. Yang ngambil ‎orang luar dan dibayar juga," ujar pria yang bertugas sejak tahun 2007 di area tersebut.

Selain itu, lanjut Madinah, lampu depan halaman rumah mewah itu terlihat tak pernah hidup saat malam hari. Hanya lampu kamar yang tampak menyala. "Lampu depannya itu mati mulu,"‎ kata dia.

Senada dengan Madinah, Atok (34) yang berjualan di dekat rumah itu juga mengatakan hal yang sama. Lampu depan halaman rumah yang dijadikan 'shelter' 33 WN Tiongkok itu selalu tampak gelap. "‎Gelap depannya, lampu atas juga nggak ada nyala. Kayak rumah kosong,‎ depan gerbang saja nggak pernah disapu itu," ujarnya.

Pantauan di lokasi, rumah itu kini digembok. Ada empat kamera CCTV yang tampak jelas dari luar. Dua di sebelah kanan dan kiri pagar, sedangkan dua lainnya dipasang di kanan dan kiri lantai atas. Selain itu, di bagian belakang juga tampak berdiri sejenis tower kecil.

(idh/aan)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini