Mungkinkah Kakek Asal Malang Sengaja Bawa Bom Ikan di Pesawat Brunei?

Mungkinkah Kakek Asal Malang Sengaja Bawa Bom Ikan di Pesawat Brunei?

- detikNews
Jumat, 01 Jan 2010 07:00 WIB
Jakarta -

Rustawi Tomo Kabul (63) ditahan kepolisian Brunei Darussalam karena kepemilikan bahan peledak dan empat butir peluru. Kakek asal Desa Jabung, Malang, Jawa Timur ini ditangkap saat transit di Brunei dan hendak melaksanakan Umroh. Apakah Rustawi sengaja dan nekat membawa barang tersebut untuk kepentingan tertentu?

Salah seorang perwira di lingkungan Densus 88/Antiteror sudah melakukan interograsi saat Rustawi ditangkap, Sabtu (2/5/2015). Pemeriksaan juga dilakukan bersama Interpol dan pihak penjinak bom Gegana Polri.

Seiring dengan itu, penyelidikan terkait Rustawi di Indonesia dilakukan kepolisian dengan melibatkan Densus 88 dan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Hasil sementara tidak didapati ada kesengajaan membawa bom ikan ke pesawat Brunei," kata salah seorang perwira menengah yang meminta namanya tidak disebut, saat berbincang dengan detikcom, Jumat (8/5/2015).

Rustawi dikenal warga sebagai pengusaha penggilingan padi. Rekam jejak dia pun bersih dan tidak bersinggungan dengan kelompok radikal," imbuh perwira tersebut.

Namun, dari hasil pengumpulan keterangan didapatkan dugaan awal bahwa bom ikan atau biasa disebut bondet itu sengaja diselipkan seseorang yang diduga anaknya. Keterangan ini didapat penyelidik setelah memeriksa salah satu anggota keluarga Rustawi.

"Waktu itu saksi melihat ada yang masuk kamar orangtuanya. Dan ketika ditegur malah memarahi saksi. Ketika saksi ke dalam dia melihat isi tas umroh orangtuanya berantakan. Ada dugaan bom dan peluru itu diselipkan di tumpukan barang bawaan di koper," kata perwira tersebut.

Namun, hukum berkata lain. Secara fakta Rustawi membawa bahan peledak dan beberapa selongsong peluru. Bahan tersebut berbahaya dan mengancam keselamatan seluruh penumpang dan awak pesawat.

"Hukuman maksimal 30 tahun," kata sumber detikcom.

Densus 88 kini tengah mencari dan mengejar seseorang yang diduga menaruh bom ikan di koper Rustawi. Sementara pihak kepolisian Brunei akan datang ke Indonesia untuk menelisik profil Rustawi.

Rustawi adalah rombongan umrah bersama 68 orang lainnya. Dia berangkat bersama sang istri. Setelah sempat ditahan, sang istri akhirnya dapat melanjutkan terbang ke tanah suci.

Rustawi diamankan sekitar pukul 09.00 waktu Brunei, Sabtu pekan lalu, setelah sempat terbang dengan pesawat Royal Brunei Airways. Petugas baru mendeteksi ada barang mencurigakan di tas Rustawi ketika akan berpindah pesawat.

(ahy/gah)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads