Pemprov NAD Pesan 500 Kapal ke Pengrajin Bagansiapiapi

Pemprov NAD Pesan 500 Kapal ke Pengrajin Bagansiapiapi

- detikNews
Selasa, 15 Feb 2005 15:11 WIB
Rokan Hilir - Pengrajin galangan kapal di Bagansiapiapi ibukota Kabupaten Rokan Hilir mendapat pesanan 500 kapal kayu dari Pemprov NAD. Pesanan ini merupakan kerja sama antara Pemprov NAD dengan Pemkab Rokan Hilir. Pemesanan itu menyusul hancurnya ratusan kapal akibat terjangan gelombang tsunami. Dengan adanya pesanan itu, usaha galangan kapal di Bagansiapiapi yang sempat tutup sejak tahun 2000 kembali menggeliat. Atong, salah seorang pengusaha galangan kapal mengatakan, dirinya belum berbicara soal harga pesanan itu. Namun, ia mengakui sudah ada lampu hijau dari pemerintah setempat agar membuka kembali usahanya yang selama ini tutup karena tidak ada pesanan. Atong yang ditemui Selasa (15/2/2005) mengeluhkan ketersediaan bahan baku untuk pembuatan kapal di Rokan Hilir yang sangat terbatas. Hal itu terkait maraknya illegal logging dimana kayu berkuaitas seperti Kayu Kulim dan Kempas banyak diselundupkan ke Malaysia. Ia mengaku saat ini sedang mengerjakan 15 kapal dengan ukuran 5X15 meter yang merupakan pesanan dari Ambon. Untuk pesanan itu, ia hanya menerima upah karena bahan baku disediakan pihak pemesan yang didatangkan dari Ambon. Kota Bagansiapiapi dikenal sebagai salah satu pembuat kapal berkualitas di kawasan Asia Tenggara. Atong yang telah menekuni usahanya selama 15 tahun mengungkapkan, pada tahun 1970-an, order tidak hanya untuk dalam negeri tetapi juga Singapura, Malaysia, Sri Lanka dan India.Kapal yang dibuat saat itu berbobot 500-1000 ton. Sementara, saat ini kapal yang dibuat hanya berbobot 6-7 ton karena keterbatasan bahan baku. Ia berharap pemerintah setempat dapat menyediakan bahan baku untuk memenuhi pemesanan Pemprov NAD itu. Saat ini, dari 50 pengusaha galangan kapal, hanya 10 pengusaha yang masih bertahan. (rif/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads