21 Pejabat Pemprov DKI Dimutasi, Unsur Like or Dislike Dibantah
Selasa, 15 Feb 2005 15:08 WIB
Jakarta - Sebanyak 21 pejabat eselon II dan II Pemprov DKI Jakarta dimutasi. Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso menegaskan tidak ada unsur suka atau tidak suka terhadap pejabat tertentu."Ketahuilah, tidak ada unsur like or dislike. Itu sama sekali tidak ada," tukasnya saat dikonfirmasi usai melantik 21 pejabat eselon II dan III di Balai Kota jalan Medan Merdeka Selatan Jakarta Pusat, Selasa (15/2/2005).Ditegaskan Sutiyoso, mutasi tersebut merupakan sesuatu yang biasa dan wajar, karena ada yang memasuki masa pensiun dan ada yang memang mendapat promosi.Pejabat yang mengalami pergantian posisi atau kenaikan jabatan antara lain, Rama Budi sebagai Kepala Dinas Kebersihan. Rama menggantikan Slamet Limbong yang memasuki masa pensiun. Posisi Rama Budi sebagai Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga digantikan oleh Dekan Universitas Negeri Jakarta, Taufik Yudi Mulyanto.Posisi Kepala Dinas Kebudayaan dan Permuseuman dijabat Aurora Frida R Tambunan menggantikan Setiawan Sanani yang sekarang menjadi Ketua Pengawas Urusan Daerah Sarana Jaya. Posisi Kepala Dinas Pariwisata yang sebelumnya dijabat Aurora Tambunan kini dijabat Harjanto Bajuri. Harjanto sebelumnya menjabat sebagai Wakil Kepala Dinas Tramtib.Kemudian posisi Wakil Bupati Administratif Kepulauan Seribu dijabat Mara Oloan Siregar yang sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris Kabupaten Administratif Kepulauan Seribu. Mara menggantikan Djoko Ramadhan.Sempat beredar kabar kalau diberhentikannya Slamet Limbong karena dinilai tidak berhasil menjalankan tugasnya pada Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bojong."Masa kerja Slamet Limbong sudah habis. Bahkan jabatan tersebut sempat diperpanjang sampai 3 bulan. Begitu juga dengan Aurora Tambunan, bukan tidak berhasil, tetapi karena kosongnya jabatan kepala Dinas Kebudayaan dan Permuseuman. Aurora dianggap cocok pada jabatan tersebut," tegas Sutiyoso saat dikonfirmasi.Mengenai digantinya Rama Budi yang baru menjalankan tugasnya sebagai kepala Dinas Olahraga dan Pemuda selama 3 bulan, dia menjelaskan karena sudah mendapatkan orang yang punya latar belakang olahraga."Susah kita cari anggota yang expert. Sekarang sudah dapat seorang profesor yang latar belakangnya olahraga. Ya sudah saatnya Budi digeser," kata Sutiyoso.Sempat juga beredar kabar kalau Taufik Yudi Mulyanto yang menggantikan Rama Budi didasarkan atas rekomendasi Wagub DKI Fauzi Bowo. Apalagi Taufik merupakan pengurus KONI DKI, sedangkan Fauzi merupakan pengurus KONI pusat. Namun hal itu sebelumnya sudah dibantah oleh Asisten Tata Praja dan Aparatur Raden Mas Moenirman.
(sss/)











































