Keberadaan Kopaja AC awalnya seolah menjadi solusi akan kebutuhan transportasi umum yang nyaman dan cepat. Apalagi kopaja jenis ini bisa masuk jalur Transjakarta yang artinya bisa melenggang tanpa hambatan.
Lama kelamaan, citra nyaman dan cepat yang melekat di Kopaja AC, semakin pudar. Hal tersebut terasa saat pagi ini detikcom menerima banyak email yang berisi laporan para pengguna jasa Kopaja AC yang mengaku mulai tidak nyaman dengan fasilitas dan pelayanannya.
Fitriadi Sayuti misalnya, ia merupakan penumpang yang sehari-hari menaiki Kopaja AC 602 tujuan Mampang Prapatan ke Ragunan. Menurutnya, selama perjalanan bus sering keluar masuk jalur TransJ dan saling susul menyusul.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Fitriadi menuturkan, kejadian paling parah saat ia pernah disopiri seorang remaja tanggung yang diperkirakan masih di bawah umur. Selain ugal-ugalan, sopir remaja ini juga kerap berbicara tidak sopan.
"Saya sudah menegur dia untuk berbicara sopan dan menyetir secara benar, dia tidak peduli dengan teguran saya. Karena saya merasa tidak aman dengan situasi itu, akhirnya saya memutuskan turun di Halte Pejaten kemudian meneruskan dengan bus TransJakarta ke Ragunan. Beberapa penumpang lain melakukan tindakan yang sama dengan saya yaitu turun dari bus Kopaja AC tersebut," tuturnya.
Penumpang lainnya, Adhie Ardiansyah, mengungkapkan, sopir seringkali menurunkan penumpang di tengah jalan. Sopir dianggap belum bisa memahami budaya melayani penumpang.
"Pengalaman saya menggunakan Kopaja AC Lebak Bulus-Senen seringkali mereka ugal-ugalan di daerah Mampang-Ragunan, di antaranya kebut-kebutan di jalur Busway atau biasa, dan menaik turunkan penumpang di tengah jalan," ungkapnya.
(rna/mok)











































