"Malam ini, kita cari tim SAR Spanyol untuk tahu di mana dia menemukan itu. Dengan harapan kita dapat koordinat untuk patokan pencarian," kata Dubes Bangladesh merangkap Nepal, Iwan Wiranataatmadja di Kathmandu, Nepal, Kamis (7/5/2015).
Dubes Iwan menjelaskan, awalnya tim dari Indonesia menyisir RS Tribhuvan untuk mencari tahu temuan-temuan SAR Nepal dan internasional. Lalu seorang anggota militer Nepal mengarahkan tim ke sebuah tumpukan dokumen.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Karena menurut kesimpulan kami, identitas biasanya tidak jauh dari pemiliknya. Jadi tim SAR Spanyol menemukan lalu diserahkan ke diplomat Spanyol lalu ke army," tambahnya.
Tim Indonesia kemudian memberikan 3 nama yaitu Alma Parahita, Kadek Andana dan Jeroen Kehumat kepada militer Nepal. Hal ini karena pemerintah Nepal telah menutup pencarian dari negara asing.
"Apabila tentara yang bertugas kebetulan menyisir lokasi, saya titipkan 3 nama," ucap Iwan.
(vid/mok)











































