"Duduk bareng Organda yang mana? Sudah sering duduk bareng kok," kata Ahok saat dikonfirmasi di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (7/5/2015).
"Duduk bareng bagaimana?" imbuh dia sewot.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun Ahok tidak khawatir jika itu sudah menjadi keputusan final APTB. Sebab dia menghitung, tanpa APTB jika bus seperti Kopaja dan Kopami bergabung dalam manajemen TransJ maka ada sekitar 700 bus beroperasi di Ibu Kota.
"Kan kita Kopami-Kopaja nambah, kan ganti gede. Kita bisa dapat kira-kira 700-an bus lho tahun ini sebetulnya dengan semua Kopaja gabung. Termasuk yang bekas-bekas (buatan) 2013 kan mau dijalanin operator nih," urai Ahok.
Akan tetapi, apabila APTB bersedia gabung di bawah manajemen PT Transportasi Jakarta, namanya tidak lagi menjadi APTB. Melainkan melebur jadi bus TransJ.
"Kalau APTB itu mau diubah jadi masuk Rp/Km, dia berubah jadi Trans Jakarta. Busnya jadi berubah Tj, semua jadi di bawah Trans Jakarta," lanjut dia.
"Kan pemainnya sama. Kita sudah tawarkan ke pemain kok. Operatornya sama. Jadi kalau kamu mau, hilang APTB. Kita perluas," tutup Ahok.
(aws/bpn)











































