Bila Ridwan Kamil dan Risma Tak Maju Pilgub DKI, Ahok Merem pun Menang

Bila Ridwan Kamil dan Risma Tak Maju Pilgub DKI, Ahok Merem pun Menang

- detikNews
Kamis, 07 Mei 2015 19:03 WIB
Bila Ridwan Kamil dan Risma Tak Maju Pilgub DKI, Ahok Merem pun Menang
Jakarta - Wali Kota Bandung Ridwan Kamil dan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini (Risma) tengah disorot lembaga survey sebagai bakal calon potensial Gubernur DKI‎ dalam Pilgub DKI 2017 nanti. Bila Ridwan dan Risma tak maju Pilgub itu, maka Basuki T Purnama (Ahok) bakal dengan mudah menduduki kursi Gubernur DKI lagi.

"Kalau dua orang ini (Ridwan dan Risma) tidak maju di Jakarta, maka Ahok merem (memejamkan mata) pun bisa menang mudah. Tapi kalau dua orang ini maju, maka Ahok harus berjuang keras," kata CEO Cyrus Network Hasan Nasbi ‎di Resto D’Consulate, Jl. Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, ‎Kamis (7/5/2015).‎

Bila dua orang itu maju, maka Ahok perlu berjuang membuktikan lewat kinerjanya menjadi Gubernur DKI agar bisa melanjutkan masa jabatannya. Ahok harus membuktikan bahwa kerjanya bisa melahirkan hasil nyata yang lebih banyak dan tak sekedar mengumbar kemarahan seperti yang acapkali tergambar di media massa. ‎

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ahok itu figur kontroversial, dunianya hitam dan putih. Selama dia tidak punya masalah, maka pendukungnya akan sangat loyal. Namun biasanya figur seperti ini punya 'haters' yang sangat loyal pula, 'haters' yang berdedikasi dan istiqamah (konsisten)," kata Hasan setengah berkelakar.

‎Survei diselenggarakan pada 24 hingga 30 April 2015. Responden adalah penduduk yang punya hak suara, minimal 17 tahun atau sudah menikah, sebanyak 1.000 orang. Mereka diwawancarai lewat tatap muka. Tingkat kepercayaan (significant level) survei ini adalah 95 persen dengan margin of error sebesar kurang lebih 3,1 persen. ‎

‎"Sebenarnya Ahok dengan Djarot kan pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur. Kalaupun nanti misalkan dalam Pilkada Gubernur DKI mereka tak lagi berpasangan, Djarot ini bukan ancaman berarti buat Ahok. Nggak imbang lah kalau mereka tarung, tidak seperti tarung Floyd Mayweather sama Manny Pacquiao‎," ujar Managing Director Cyrus Network Research and Consulting Eko Dafid Alfianto.

Kembali ke Ridwan dan Risma, Cyrus Network menilai Ridwan punya momentum kemunculan ke panggung nasional saat pagelaran peringatan 60 Tahun Konferensi Asia Afrika‎ beberapa waktu lalu. Foto-foto di instagram dan keakrabannya pada sosial media juga menjadi nilai plus. Meski begitu, semua calon punya karakter kepemimpinan tersendiri.

Pengamat politik dari CSIS yang dihadirkan dalam acara ini, Phillips J Ver‎monte, mengemukakan karakter kepemimpinan dari tiga calon kuat itu: Ahok, Ridwan, dan Risma. ‎

Ahok dinilai lebih mengurus aspek politik dibanding mengurus aspek tata kota. Dia dikenal lugas menghantam korupsi birokrasi ataupun pihak-pihak politisi DPRD DKI.

"Karena menurut dia akar masalah Jakarta adalah soal politik, maka dia 'handle'‎ duluan soal politik.

Bila Ahok punya karakter mengurus aspek politik, maka Ridwan punya karakter kepemimpinan yang lebih memperhatikan aspek tata kota. ‎"Karean dia (Ridwan) arsitek," kata Phillips.

‎Lain lagi dengan Risma. Perempuan berkerudung itu dinilai Phillips punya pengalaman lebih panjang. "Aspek politik sudah dia hadapi, aspek birokrasi sudah dia hadapi, dan aspek tata kota dia juga nomor satu, misalnya soal taman," kata Phillips.‎

Ternyata Risma punya keunggulan di mata Phillips. Namun bila Ahok dan Ridwan yang bertarung, maka, "Ridwan Kamil akan lebih mudah menangkap suara pemilih Islam yang relatif lebih konservatif," ujarnya.

Selain itu, pertarungan memperebutkan pemilih muda juga bakal seru, karena baik Ahok, Ridwan, maupun Risma mempunya tim media sosial yang kuat.

Soal tensi politik, akan menarik apabila Ahok dan Ridwan bertarung dalam Pilgub DKI. Seperti diketahui, Ahok keluar dari Partai Gerindra, dan Ridwan didukung Gerindra.

"Ini soal 'revenge', meskipun jangan-jangan nggak baik buat Jakarta," kata Phillips.‎

Dalam pemaparan surveinya yang bertajuk 'Menakar Peluang Ridwan Kamil dan Tri Rismaharini Memimpin DKI Jakarta'‎ ini, Cyrus Network menjelaskan hasil survei tingkat elektabilitas lewat imulasi empat nama bakal calon, yakni Ahok, Ridwan, Risma, dan Wakil Gubernur DKI Djarot Saiful Hidayat.

Hasilnya, Djarot tak bisa menyaingi Ahok, hanya Ridwan dan Risma-lah yang bisa mendekati Ahok. Pertanyaan kepada responden adalah, 'Jika Pilgub DKI dilakukan hari ini, siapa yang paling pantas dipilih?' Berikut adalah hasilnya:

Simulasi 4 nama dengan karu bantu (nama dan foto):

1. Ahok: 37,3 persen
2. Ridwan Kamil: 23,8 persen
3. Risma: 18,3 persen
4. Djarot Saiful Hidayat: 6,3 persen
5. Belum memutuskan/ masih ragu/ tidak tahu: 10,2 persen
6. Tidak menjawab: 4,1 persen‎
‎‎

(dnu/bpn)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads