Begini Modus dan Rute Perdagangan Orang di Benjina

Begini Modus dan Rute Perdagangan Orang di Benjina

- detikNews
Kamis, 07 Mei 2015 17:47 WIB
Begini Modus dan Rute Perdagangan Orang di Benjina
Foto: ABK di Benjina (dok. detikcom)
Jakarta - Ratusan warga negara Myanmar dan Thailand diduga menjadi korban perbudakan di Benjina, Kepulauan Aru, Maluku. Tanpa kejelasan kerja dan kesejahteraan, mereka juga disekap bahkan mendapatkan penganiayaan oleh oknum perusahaan PT PBR, perusahaan asing yang mengais ikan di perairan Indonesia.

Bagaimana ratusan orang tersebut sampai di Indonesia dari Myanmar?

Kanit Human Trafficking Direktorat Tipidum Bareskrim Polri AKBP Arie Dharmanto kemudian menyampaikan hasil pengungkapan kepolisian terkait Benjina di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta Selatan, Kamis (7/5/2015). Dia menyebutkan bahwa ada tiga wilayah di mana tindak perdagangan orang terjadi, yaitu di luar negeri yang terjadi di Myanmar dan Thailand.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di Myanmar para korban direkrut untuk ditawari kerja menjadi anak buah kapal di sebuah perusahaan asing. Setelah perekrut mendapatkan sejumlah calon pekerja, mereka dibawa ke sebuah pelabuhan besar di Thailand.

Mereka yang diboyong ke Thailand rupanya harus menempuh seleksi kembali. Mereka yang terpilih selanjutnya dibuatkan paspor dan dokumen Seamanbook palsu.

Selanjutnya mereka diangkut dengan kapal ke perairan di Indonesia. Selama pengiriman, pihak perekrut berkomunikasi dengan pihak PBR untuk menampung mereka.

PBR menyediakan areal untuk sel yang digunakan menyekap para korban perdagangan orang. "Korban di sel bisa seminggu sampai enam bulan," kata Arie.

Arie mengatakan saat ini pihaknya membidik duapuluhan lebih calon tersangka terkait perbudakan Benjina. Namun, Arie masih mengunci rapat dari mana saja calon tersangka tersebut.

(ahy/bpn)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads