Jadi DPO, ini Sosok Pemimpin Kelompok yang Diduga Tembak 2 Intel Kodim

Jadi DPO, ini Sosok Pemimpin Kelompok yang Diduga Tembak 2 Intel Kodim

- detikNews
Kamis, 07 Mei 2015 17:51 WIB
Jadi DPO, ini Sosok Pemimpin Kelompok yang Diduga Tembak 2 Intel Kodim
Nurdin bin Ismail Amat alias Din Minimi (Foto: Repro Dok Polda Aceh)
Banda Aceh - Pasca penembakan dua intel Kodim 0103 Aceh Utara, nama Nurdin bin Ismail Amat alias Din Minimi disebut-sebut. Ia diduga bertanggung jawab terhadap penculikan dan penembakan dua anggota TNI tersebut. Siapa Din Minimi, orang paling diburu oleh polisi dan TNI itu?

Nama Din Minimi mulai dikenal masyarakat luas saat unjuk gigi pertama kali dengan menenteng senjata api laras panjang jenis AK melalui media lokal. Pria yang bergabung dengan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) sejak 1997 itu mengaku kembali angkat senjata untuk menuntut keadilan.

Pada tahun 2003, Din Minimi ditangkap oleh pasukan Kostrad 433 saat belanja di kawasan Aceh Timur. Setelah penandatanganan damai, ia bebas. Selanjutnya, ia kembali ke tengah-tengah masyarakat dan bekerja sebagai operator backhoe di berbagai daerah hingga ke luar Aceh.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Din Minimi kembali mengangkat senjata sejak 2014 silam karena kecewa dengan pemerintah Aceh di bawah kepemimpinan Zaini Abdullah dan Muzakir Manaf. Kelompoknya mengaku ingin menuntut keadilan dan memperjuangkan nasib rakyat termasuk mantan kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM).

Sejak muncul pertama kali sambil menenteng senjata AK, pihak kepolisian dibantu TNI terus memburu Din Minimi. Lelaki yang hanya sekolah sampai kelas 3 Sekolah Dasar ini diduga melakukan sejumlah aksi kriminal diwilayah Aceh Timur dan Aceh Utara.

Kasus terakhir yang disebut-sebut melibatkan Din Minimi adalah penculikan dan penembakan dua intel TNI Kodim 0103 Aceh Utara beberapa waktu lalu. Pasca penembakan itu, 14 orang yang diduga anak buah Din Minimi ditangkap polisi.

"Masih ada 19 orang lagi anggota kelompok Din Minimi yang masih kita kejar," kata Kabid Humas Polda Aceh, AKBP T Saladin, saat ditemui di ruang kerjanya di Mapolda Aceh, Jln Teuku Nyak Arif, Banda Aceh, Kamis (7/5/2015).

Menurut Saladin, kelompok Din Minimi masih menyimpan senjata api sisa konflik. Meskipun demikian, polisi belum mengetahui jumlah senjata kelompok tersebut. Saat ditangkap belasan anak buah Din Minimi beberapa waktu lalu, polisi juga menyita sejumlah senjata dan amunisi.

"Sama mereka masih ada senjata. Buktinya saat hendak ditangkap di Cot Iri tiga malam lalu mereka menembak ke arah petugas. Tapi untuk jumlah senjatanya kita belum mengetahui," ungkap Saladin.

Dua hari lalu, polisi menangkap seorang pria berinisial TP yang diduga berperan sebagai eksekutor dua intel TNI. Polisi menyebut, TP juga salah satu anggota kelompok Din Minimi yang sudah berhasil ditangkap.

Saladin menambahkan, polisi akan terus memburu kelompok Din Minimi hingga mereka semua tertangkap. "Lebih baik mereka semua menyerah," ungkap Saladin.

Sebelumnya, melalui kuasa hukum, Safaruddin, Din Minimi membantah telah menembak dua anggota TNI secara brutal. "Dia mengaku tidak tahu soal penembakan dua intel TNI dan dia mengaku tidak terlibat," jelas Safaruddin beberapa waktu lalu.

"Mereka (Din Minimi) minta agar pemerintah Aceh memperhatikan nasib mantan kombatan yang masih banyak belum diperhatikan sebagaimana janji dalam MoU Helsinki," kata Safaruddin yang juga Ketua Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) ini melalui Blackberry Messenger kepada detikcom.

(try/try)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads