Penumpang TransJ Banyak yang Tak Setuju Layanan APTB Distop

Penumpang TransJ Banyak yang Tak Setuju Layanan APTB Distop

- detikNews
Kamis, 07 Mei 2015 17:14 WIB
Penumpang TransJ Banyak yang Tak Setuju Layanan APTB Distop
Jakarta - Pemprov DKI berencana membekukan operasional APTB (angkutan penumpang terintegrasi Busway) karena tak mencapai kata sepakat. Mayoritas penumpang pun tak setuju jika layanan bus APTB distop.

"Saya nggak setuju. Saya sering naik APTB kalau pulang ke rumah di Cileungsi. Sejak ada APTB perjalanan jadi lebih cepat, terutama dari Cileungsi ke Jakarta," ungkap seorang penumpang, Mira (23) saat berbincang dengan detikcom di Halte BNN Cawang, Jaktim, Kamis (7/5/2015).

Sebelum ada APTB, perempuan berkerudung ini harus menempuh waktu selama 3 jam jika hendak ke Jakarta dari Cileungsi. Sejak ada APTB, hanya 1 jam saja waktu yang diperlukan untuk perjalanan. Perempuan berjilbab yang bekerja di Jakarta ini biasanya pulang ke Cileungsi setiap hari Sabtu dan kembali lagi ke Jakarta pada Minggu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Nunggu bis-nya lama. 3 jam itu 2 jam nunggu bis Mayasari, 1 jam perjalanan. Terus kalau naik APTB mau lanjut perjalanan naik Bus TransJ kan gratis, nggak bayar lagi. Saya biasanya gitu kalau dari Cileungsi mau ke kost di Jl Pemuda, transit terus lanjut naik TransJ nggak bayar," tutur Mira.

Saat melakukan perjalanan di wilayah Jakarta dan menggunakan bus TransJ, Mira pun tak merasa keberatan jika terpaksa harus menumpang APTB dan mengeluarkan uang lagi meski sudah membayar ketika masuk ke Halte Busway. Pasalnya kerap kali bus-bus TransJ penuh ataupun lama datangnya.

"Nggak masalah harus bayar lagi habis nunggu bus TransJ lama sih, sering adanya APTB jadi naik aja. Cepet kalau naik APTB, mempersingkat waktu kan," kata perempuan yang berprofesi sebagai guru itu.

Hal senada juga diungkapkan oleh Anton (27), pegawai swasta yang sehari-harinya menggunakan bus TransJ. Ia sesekali memilih naik APTB dari halte-halte TransJ karena ingin cepat-cepat sampai tujuan.

"Ah nggak masalah bayar lagi Rp 5.000. Dari pada lama nunggu Busway terus suka desak-desakan kalau pas jam kerja. Janganlah kalau APTB distop nggak boleh lagi masuk jalur Busway, nanti kita yang repot," ungkap Anton di lokasi yang sama.

"Kalau dihapuskan takutnya penumpang yang naik TransJ jadi lebih mbludak," ucap penumpang TransJ lainnya, Agus (48) menimpali.

Agus sendiri mengaku memilih selalu menunggu bus TransJ ketimbang ikut dengan APTB. Ia pun punya pendapat sendiri mengenai ongkos dobel yang harus dibayarkan penumpang TransJ yang ikut menumpang APTB dan dianggap memberatkan.

"Saya sih naik bus TransJ terus ya, kebetulan selalu dapet cepat bus TransJ datangnya. Tapi ya kalau nggak mau bayar dobel, nggak usah naik APTB kan, gampang," tutup pria yang sehari-harinya melalui trayek Slipi-Kampung Melayu itu.

(ear/fjp)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads