Aksi demonstrasi ratusan warga berujung pada pemblokiran Bandara Matak di Kabupaten Kepulauan Anambas, Kepulauan Riau (Kepri). Warga masuk ke dalam bandara sehingga pesawat tidak bisa terbang.
Demonstrasi itu terjadi pada Kamis (7/5/2015) siang. Para pendemo merupakan warga yang memprotes pemutusan kontrak kerja para pekerja lokal asal Kabupaten Anambas dengan perusahaan minyak dan gas, Conoco Phillips.
Dalam upaya menegaskan tuntutannya, warga kemudian masuk ke dalam areal Bandara Matak yang dioperasikan Conoco Phillips.
Begitu masuk areal bandara, mereka mendekat ke pesawat yang sedang terparkir di apron. Akibatnya kejadian ini, pesawat Pelita Air tujuan Jakarta gagal berangkat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami minta agar pimpinan Conoco Phillips bertemu kami, terkait dengan pemutusan kontrak kerja secara sepihak," ujarnya pada wartawan.
Disebutkan, sebanyak 17 pekerja lokal asal Anambas diputuskan kontrak kerjanya pada 1 Mei lalu. Pihak Conoco Phillips tidak bersedia memperpanjang kontrak tersebut tanpa alasan yang jelas, sehingga membuat warga kecewa.
Warga dan pejabat Anambas sudah berkali-kali meminta kontrak mereka tidak dihentikan. Namun, Conoco Phillips bertahan pada keputusan mereka. Makanya dalam aksi kali ini mereka menerobos bandara.
Manajemen Conoco Phillips belum bisa dikonfirmasi terkait kejadian ini.
(rul/try)










































