Tadinya, Kopaja AC yang memiliki tarif lebih mahal Rp 2 ribu dibanding Kopaja reguler dijanjikan memiliki pelayanan yang lebih. Salah satunya perilaku pengemudi yang tak ugal-ugalan. Namun, akhir-akhir ini pengemudi Kopaja AC mulai ugal-ugalan. Apa kata Organisasi Angkutan Darat (Organda) DKI Jakarta?
"Tindak dong, kan ada aparat. Itu harus (ditindak). Siapa yang mampu mendisiplinkan kalau bukan aparat?" jawab Ketua DPP Organda DKI Shafruhan Sinungan saat ditanya soal sopir Kopaja AC yang mulai ugal-ugalan.
Hal itu disampaikan Shafruhan dalam jumpa pers di kawasan Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Kamis (7/5/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengapa Kopaja AC tidak diberi pengawas? "Kalau kami tahu, dapat laporan, malamnya saya langsung panggil dan pecat," jawab Shafruhan.
Sebelumnya, perilaku sopir bus Kopaja AC yang ugal-ugalan terjadi pada Senin (4/5/2015) lalu. Seorang pengendara motor perempuan tewas setelah ditabrak bus Kopaja AC P20 di Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan. Si sopir bus diduga melarikan diri.
Kecelakaan ini terjadi di busway Jalan HR Rasuna Said yang mengarah ke Mampang, Senin (4/5/2015) pukul 09.00 WIB. Lokasi kecelakaan tepatnya di seberang Gedung Kedubes Malaysia.
Bus bernopol B 7775 WA jurusan Lebak Bulus-Senen ini menabrak perempuan yang mengendarai motor Yamaha Mio warna ungu bernopol B 4220 TBK. Motor matik tersebut masuk ke kolong bus tersebut. Wanita pengendara motor tewas di tempat kejadian.
Seorang saksi mata mengatakan pengendara motor matik ini diduga hendak memutar sebelum ditabrak bus. Menurutnya, pengemudi bus tersebut langsung kabur usai menabrak. Bus ditinggalkannya di lokasi kejadian.
detikcom yang naik Kopaja AC 602 rute Monas-Ragunan pada Rabu (6/5/2015) kemarin juga mendapati bahwa sopir bus menyetir dengan ngebut meski jalanan padat, mengerem saat nyaris menabrak, dan memainkan gas-rem sehingga membuat penumpang di atas bus terantuk-antuk.
(nwk/try)











































