Polri Meyakini Munir Diracun Oleh Orang di Pesawat
Selasa, 15 Feb 2005 14:22 WIB
Jakarta - Penyidik Mabes Polri meyakini aktivis HAM Munir diracun oleh orang yang berada dalam penerbangan Pesawat Garuda GA 974. Untuk waktu masuknya racun ke tubuh Munir, Polri memiliki 3 dugaan, yakni saat penerbangan Jakarta-Singapura, transit di Changi atau sesaat setelah pesawat take off dari Singapura menuju Amsterdam. "Siapa tersangkanya sekarang sudah mengarah, tetapi kita tidak dapat menetapkan berdasarkan dugaan saja. Yang penting, tidak mungkin dilakukan oleh orang di luar penerbangan itu," ujar Kabareskrim Mabes Polri Komjen Pol Suyitno Landung di Mabes Polri, Jl. Trunojoyo, Jakarta, Selasa (15/2/2005). Menurut Suyitno, racun itu termasuk racun arsenik akut. Hasil laboratorium forensik menunjukkan ditemukan banyak sekali sisa arsenik di lambung almarhum. "Dari saksi lain juga mengatakan Munir tidak mengkonsumsi apa-apa dalam perjalanan Singapura-Amsterdam, mengkonsumsi hanya dalam perjalanan Jakarta-Singapura (mie, orange juice dan buah-buahan). Pada saat transit kita masih tanda tanya dan sesaat setelah take off kita juga tanda tanya," jelasnya. Untuk itu, polisi mendalami pemeriksaan terhadap 2 orang saksi di Belada. Mereka adalah Emilie Lie Swan Gie dan Lie. Sejauh ini, lanjut Suyitno, Munir diketahui meninggal dunia 2 jam sebelum mendarat di Amsterdam. Perjalanan dari Jakarta ke Amsterdam membutuhkan waktu 13 jam 10 menit. Jika dikurangi 2 jam sebelum mendarat, rentang waktu meninggalnya Munir menjadi 11 jam 10 menit. Rentang waktu itu yang kini didalami Polri untuk memeriksa saksi kunci. Dikatakan Suyitno, hingga kini pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap 93 saksi. Beberapa saksi yang mengetahui betul kegiatan Munir selama penerbangan termasuk kru garuda yang menawarkan tempat duduknya (Pollycarpus) tengah didalami.
(rif/)











































