Sementara itu saat ini masih ada 1.194 WNI yang berada di Yaman. Sebagian dari WNI itu bahkan tidak termonitor keberadaannya oleh KBRI Yaman.
"Hingga saat ini ada 944 WNI yang masih di Yaman. Namun kami perkirakan masih ada sekitar 250 orang yang belum tercatat dengan baik," kata Dubes RI untuk Yaman, Wajid Fauzi di kantor Kemlu, Jl Pejambon, Jakarta Pusat, Kamis (7/5/2015).
Wajid menjelaskan kondisi situasi yang tidak menentu menyebabkan gerakan para WNI tersebut tidak termonitor. Banyak WNI yang meninggalkan Yaman tanpa menginformasikan kepada pihak Kedubes.
"Kami juga tidak menyalahkan para WNI itu. Saat ini, kami masih melakukan pendataan ulang," katanya.
Ia mengimbau bagi para WNI yang masih berada di Yaman agar sebisa mungkin segera meninggalkan negara itu. Saat ini pihak Kedubes menanti mereka di perbatasan Yaman dan Oman, yaitu di Kota Salalah.
Menurut Wajid, WNI itu saat ini kebanyakan berada di kota Tharim dan Mukala. Sementara 27 orang lainnya berada di Sanaa.
"Kebanyakan mereka adalah WNI yang menikah dengan WN Yaman dan memilih tetap tinggal di sana," ujar Wajid.
Selain itu masih banyak pelajar yang rencananya akan dievakuasi. Namun mereka masih menanti ujian di sekolah masing-masing.
"Pasca ujian kita evaluasi lagi apakah akan dievakuasi atau tidak," ucapnya.
(kff/aan)











































