'Pernyataan Alwi Skenario Pemerintah Singkirkan Tokoh PKB'
Selasa, 15 Feb 2005 14:20 WIB
Jakarta -
Menjelang Muktamar, ketakutan di-Akbar-kan mulai menjangkiti kader PKB. Terlebih lagi Alwi Shihab yang kini menjadi Menko Kesra meminta Gus Dur tidak lagi menjadi Ketua Dewan Syuro PKB. Pernyataan Alwi itu dinilai merupakan intervensi pemerintah."Pernyataan (Alwi) itu merupakan skenario yang kini dipakai pemerintah di partai-partai lainnya yakni menyingkirkan tokoh pendiri parpol dari panggung politik," kata Ketua DPW PKB Riau Lukman Edy mewakili Kaukus DPW PKB, dalam jumpa pers di Hotel Atlet Century Park, Senayan, Jakarta, Selasa (15/2/2005). Kaukus DPW PKB menilai pernyataan Alwi sudah keluar dari garis partai dan bertendensi sebagai tindakan intervensi. Kaukus meminta kader PKB tak terpengaruh pernyataan Alwi. "Kami serukan kepada warga PKB dalam rangka menjelang muktamar untuk tidak terpengaruh dengan pernyataan Menko Kesra. Tetap fokus dan jangan berubah karena ada intervensi atau statemen dari pihak luar," kata Lukman Edy. Edy lebih lanjut menegaskan, PKB masih membutuhkan Gus Dur. Maka itu Kaukus akan tetap mengusung nama Gus Dur sebagai calon Ketua Dewan Syuro pada Muktamar PKB nanti. "Wajib hukumnya Ketua Dewab Syuro diduduki oleh Gus Dur," tandas Lukman. Kata "di-Akbar-kan" populer setelah Akbar Tandjung dikalahkan Jusuf Kalla dalam pemilihan Ketua Umum Golkar. Setelah kekalahan Akbar itu sejumlah parpol ramai-ramai mewaspadai intervensi pemerintah. Ketua Umum PDIP Megawati misalnya telah meminta pemerintah agar tak melakukan intervensi dalam kongres PDIP yang akan digelar di Bali 28 Februari-2 April 2005 nanti. Menanggapi Mega, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menjamin pemerintah tidak akan mencampuri kongres PDIP.
(iy/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































