Namun sabda tersebut ditanggapi negatif oleh adik-adik Sultan. Mereka beranggapan apa yang dilakukan tidak sah. Bahkan ada suara-suara keras yang mempertanyakan kembali kekuasaan Sultan setelah adanya sabda tersebut.
Adik-adik Sultan bahkan berziarah ke makam-makam para leluhur untuk meminta maaf atas sabda tersebut. Situasi ini membuat suasana di Keraton Yogyakarta menjadi panas. Seolah terjadi dua kubu yang berseberangan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

(mad/try)











































