"Ya bagus lah, idealnya kan seperti itu. Sehingga kasus-kasus seperti Freddy Budiman, Sylvester kemudian itu yang di Tangerang yang masih bisa mengendalikan peredaran narkotika ilegal dari balik penjara itu bisa dihindari. Kita mendukung sepenuhnya itu," kata Kapuspenkum Kejagung, Tony Spontana di kantornya, Jalan Hasanuddin, Kebayoran Baru, Jakarta Setalan, Kamis (7/5/2015).
Karena itu, Tony berharap penjara khusus bandara narkoba tersebut bisa segera terwujud. "Iya, semoga segera terlaksana," ujarnya.
Kemenkum HAM sedang menggagas lapas dengan keamanan tingkat tinggi khusus untuk para bandar narkoba. Lapas ini akan menggunakan alat pengacak sinyal, pemindai sidik jari serta x-ray dan juga sejumlah CCTV.
(idh/fjp)











































