Lapas Lama Direnovasi untuk Dijadikan Lapas Narkoba dengan Maximum Security

Lapas Lama Direnovasi untuk Dijadikan Lapas Narkoba dengan Maximum Security

- detikNews
Kamis, 07 Mei 2015 13:44 WIB
Lapas Lama Direnovasi untuk Dijadikan Lapas Narkoba dengan Maximum Security
Jakarta - Setelah berulang kali terungkap adanya jaringan narkoba di lapas, Kemenkum mencoba untuk berbenah. Kementerian yang dipimpin Menteri Yasonna Laoly ini akan merenovasi lapas lama untuk dijadikan lapas khusus narkoba dengan pengamanan tingkat tinggi.

Gagasan untuk membentuk lapas khusus ini dipicu maraknya peredaran narkoba yang dikendalikan dari balik jeruji besi. Sel penjara yang seharusnya menjadi wahana hukuman bagi para terpidana, malah menjadi sarana untuk mengulangi perbuatan mereka.

Kasus jaringan narkoba di lapas terakhir yang terungkap adalah jaringan Freddy Budiman di Lapas Cipinang. Si terpidana mati itu dapat menggunakan alat komunikasi dan berbicara dengan kontaknya yang ada di Eropa untuk mendatangkan berkilo-kilo sabu. Karena itulah, Kemenkum akan membatasi akses komunikasi dengan melakukan pengacakan sinyal.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun bukan hanya pengacakan sinyal yang menjadi fasilitas dalam pengamanan ketat di lapas khusus itu nantinya. Kamera CCTV akan diletakkan di berbagai titik, ada pemindai sidik jari, ada anjing pelacak serta X-ray untuk melakukan pemindaian orang ataupun barang yang masuk dari luar.

Namun karena kebutuhan untuk adanya lapas khusus narkoba ini sudah sangat mendesak, Kemenkum tidak akan membangun lapas dari nol. Kementerian memilih untuk merenovasi lapas lama, dengan melakukan penambahan fasilitas-fasilitas pengamanan di atas.

"Kita yang perlu waktu itu pertama renovasi, ini harus maksimun security. Harus maksimum security. Satu kamar satu sehingga tidak saling berhubungan, harus menyiapkan petugasnya, harus pilihan," ungkap Plt Dirjen Permasyarakatan Ma'mun pada Rabu (6/5/2015) kemarin.

Langkah yang saat ini tengah dilakukan oleh Ditjen PAS adalah memetakan bagaimana pembentukan Lapas Khusus Narkoba. Selain itu juga Ditjen PAS kini tengah menyiapkan regulasinya.

"Pertama memetakan ya. Ini lapas yang ideal sulit, paling tidak untuk pengamanan yang maksimum. Tadi baru rapat lah, belum diputuskan, jadi akan mudah-mudahan minggu depan sudah diputuskan," kata Ma'mun.

"Menyiapkan regulasinya. Manajemennya tentu beda dengan lapas sebelumnya. Termasuk juga menginventarisir pengedar, tidak semata-mata tapi yang potensial masih mengedarkan lagi. Dan itu bisa dikelola bersama, diawasi bersama oleh Polri, BNN. Harus kerja sama bersinergi, karena kalau kami sendiri punya keterbatasan," sambungnya.



(fjp/fjp)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads