"Mereka ke sini karena hendak meliput donasi internasional, seperti Indonesia yang membangun rumah sakit lapangan," kata Koordinator Lokal, Raju Powdell di Satungal, Nepal, Kamis (7/5/2015).
Menurut Raju, media lokal dan beberapa media Asia Selatan mendapatkan informasi mengenai pelayanan RS yang didirikan Tim Indonesia Peduli Nepal dari masyarakat setempat. Melalui Raju, mereka datang dan mulai merekam kegiatan rumah sakit terbuat dari infleatable tent itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Raju menambahkan, sedikitnya sudah ada 20 media yang mengajukan peliputan di RS darurat tersebut. Mereka berasal dari India, Bangladesh bahkan dari Inggris pun sudah membuat janji dengan Raju.
"Dari Nepal datang,Bangladesh, India, mereka menelepon saya untuk meliput. Sudah ada 10 hingga 20 media lokal tapi ada juga dari Inggris bertemu saya di Posko Indonesia Peduli Nepal tadi pagi ingin melihat lokasi ini," ucap Raju.
Sementara rumah sakit tersebut telah melayani 296 pasien hingga pukul 11.44 waktu setempat. Mereka terdiri dari 200 pasien trauma umum dan 96 pasien gigi. Saat ini, rumah sakit masih beroperasi dengan jumlah pasien yang masih bertambah.
(vid/aan)










































