Acara yang dikemas apik dalam pembukaan Rakernas PAN tersebut memang banyak diapresiasi karena sukses mempersatukan KMP dan KIH bahkan jadi ajang bertemunya Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri dan Ketum Gerindra Prabowo Subianto dalam satu ruangan yang sama.
"Harus diapresiasi, setiap ada tokoh bangsa mesra negara jadi adem. Tapi yang paling penting kemesraan tersebut bukan hanya drama sesaat. Mudah-mudahan mereka mesra dalam posisi mereka sebagai pemerintah dan oposisi yang mengawal Indonesia 4,5 tahun ke depan," kata pengamat politik Universitas Paramadina, Hendri Satrio, kepada detikcom, Kamis (7/5/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sinyal pertemuan ini amat bagus, tapi kalau untuk hubungan oposisi dan pemerintah mudah-mudahan mereka tidak melupakan posisi itu. Karena Indonesia tetap butuh oposisi kritis sebagai penyeimbang pemerintah," ingatnya.
Panggung pembukaan Rakernas PAN di Balai Sudirman, Jalan Saharjo, Tebet, Jakarta Selatan, Rabu (6/5/2015) memang seolah jadi ajang islah KMP, KIH, dan pihak yang sempat bersaing panas di Pilpres 2014 silam.
Selain dihadiri Presiden Joko Widodo, acara ini juga dihadiri para ketua umum dan petinggi KIH dan KMP. Di antara tamu undangan yang hadir ada Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri, Ketum PKB Muhaimin Iskandar, Ketum Hanura Wiranto, Ketum Gerindra Prabowo Subianto, Waketum Gerindra Fadli Zon, Presiden PKS Anis Matta, Ketua DPP PKS Hidayat Nur Wahid, Ketum PPP Hasil Muktamar Jakarta Djan Faridz, Ketum Golkar hasil Munas Bali Aburizal Bakrie, dan Ketua Umum PKPI Sutiyoso. Hadir juga Sekjen DPP Nasdem Patrice Rio Capella dan Sekjen DPP Perindo Ahmad Rofiq. Hadir juga Ketua Partai Demokrat Sjarif Hasan.
Dalam pidatonya Presiden Jokowi mengaku bahagia melihat keakraban KMP dan KIH yang kini seolah tanpa batas lagi. Jokowi sama dengan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan berharap kemesraan seperti ini tak lekas berlalu.
"Ini yang namanya kebersamaan, ini yang namanya kerukunan, ini yang namanya persatuan. Karena dalam pembangunan sebuah negara, tanpa stabilitas politik, tanpa stabilitas keamanan, jangan berharap negara kita bisa bersaing dengan negara-negara yang lain," ujar Jokowi semalam.
(van/nrl)











































