"Makin hari kami makin sadar akan pentingnya air. Dari 77,7 juta hektar lahan pertanian, hanya 3 persen saja yang punya waduk. Sisanya hanya bendung-bendung biasa. Jadi sangat bergantung pada hujan. Inilah yang akan kita coba perbaiki," jelas Direktur Perluasan dan Pengelolaan Lahan Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian Kementan, Ir Prasetyo Nuchsin.
Prestyo menyampaikan hal itu dalam acara jumpa pers revitalisasi gerakan nasional kemitraan penyelamatan air (GN KPA), di ruang rapat utama lantai 2 Gedung Ditjen Bina Pembangunan Daerah Kemendagri, Jalan TMP Kalibata nomor 20, Jakarta Selatan, Kamis (7/5/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sedangkan Dirjen Bina Pembangunan Daerah Kemendagri Dr M Marwan Msi menambahkan, kegiatan revitalisasi air sudah dilakukan sejak 2005, namun masih terbatas dengan 3 kementerian. Kini kerja sama ini melibatkan 8 kementerian.
"Kita akan menggandeng lebih banyak kementerian untuk sinergi yang lebih baik lagi. Tujuan akhirnya dari program ini adalah kesejahteraan masyarakat. Bagaimana masyarakat secara bersama-sama sadar akan usaha penyelamatan air," imbuh Marwan.
8 Kementerian itu adalah Kemendagri, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas), Kementerian PU Pera, Kementan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kementerian BUMN, Kementerian Agraria dan Tata Ruang serta Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi.
Gerakan nasional untuk penyelamatan sumber daya air ini fokus di 6 kelompok kegiatan yakni:
1. Penataan ruang, pembangunan fisik, penatagunaan tanah dan penataan kependudukan
2. Konservasi tanah dan air serta konservasi sumber daya air
3. Pengendalian daya rusak air
4. Pengelolaan kualitas air dan pengendalian pencemaran air
5. Efisiensi pengelolaan dan pemanfaatan air
6. Pendayagunaan sumber daya air
(nwk/nrl)











































