Jelang Pilkada, Spanduk Kampanye Mulai Marak di Sulsel
Selasa, 15 Feb 2005 13:53 WIB
Jakarta - Kendati Pilkada (pemilihan kepala daerah) di Sulawesi Selatan (Sulsel) baru digelar bulan Agustus, namun aroma persaingan antar bakal calon yang akan maju mulai terasa di sejumlah kabupaten di Sulsel. Para calon mulai berani memasang foto dan posternya di tempat-tempat umum. Perang spanduk dan pamflet pun mulai terjadi. Di Maros misalnya, poster hingga umbul-umbul gambar bakal calon mulai dipasang. Tiang-tiang listrik kembali dipenuhi pamflet bergambar calon, seperti pada pemilu legislatif lalu. Bahkan ketika mulai memasuki kabupaten ini, sebuah spanduk dari salah seorang calon telah terpasang. Isinya: 'Buktikan dengan kerja nyata.' Sementara di sudut kota yang lain juga terpampang spanduk: 'Yang lalu biarlah berlalu, mari kita cari pemimpin yang lebih baik.' Hal yang sama juga terlihat di Kabupaten Gowa, Sulsel. Di sejumlah kios kecil mulai nampak kalender bergambar wajah para bakal calon yang akan maju dalam Pilkada. Juga sejumlah poster dan pamflet mulai memenuhi tiang listrik dan dinding-dinding rumah yang berada di pinggir jalan. Di kabupaten Pangkep, para bakal calon memanfaatkan gelar kebangsawanannya untuk memikat para warga. Salah seorang calon misalnya memasang spanduk di Jl. Hasanuddin, Pangkep berbunyi 'Pilihlah Andi Bau Kemal, anak karaeng pangkajene'. Karaeng adalah nama gelar kebangsawanan dalam suku makassar. M Darwis, anggota KPU Sulsel, menanggapi banyaknya poster dan spanduk di jalan ini, bukan sebagai bentuk kampanye. "Ini untuk memperkenalkan diri mereka ke masyarakat. Kita tidak melihat sebagai kampanye," ujar Darwis, saat ditemui di Kantor KPU Sulsel, Jl Andi Pettarani, Makassar. Pilkada di Sulsel mulai berlangsung Agustus nanti. Ada 10 kabupaten di Sulsel yang akan menggelar Pilkada tahun ini, yakni Selayar, Luwu Timur, Luwu Utara, Maros, Pangkep, Barru, Soppeng, Tana Toraja, Gowa, dan Bulukumba.
(asy/)











































