Kemesraan KMP-KIH Jangan Cuma 'Cinta Satu Malam'

Kemesraan KMP-KIH Jangan Cuma 'Cinta Satu Malam'

- detikNews
Kamis, 07 Mei 2015 11:42 WIB
Kemesraan KMP-KIH Jangan Cuma Cinta Satu Malam
Foto: Agung Pambudhy - detikcom
Jakarta - PAN berhasil mempertemukan dua kutub politik besar di Indonesia dalam acara pelantikan DPP dan pembukaan Rakernas. Momen langka terlihat ketika pentolan-pentolan Koalisi Merah Putih dan Koalisi Indonesia Hebat duduk di satu deret tanpa sekat di Balai Sudirman, Tebet, Jakarta Selatan.

Di kursi deretan depan acara tersebut, duduk tokoh-tokoh penting berlabel VIP. Dari kiri ke kanan, mereka adalah Ketum Sekjen PAN Eddy Soeparno, Ketua MPP PAN Sutrisno Bachir, Presiden Jokowi, Zulkifli Hasan, Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri, Istri Zulkifli, dipisahkan oleh celah jalan lalu ada Ketum Gerindra Prabowo Subianto, Ketum Golkar Aburizal Bakrie, Buya Syafii Maarif, Ketum PKB Muhaimin Iskandar, Presiden PKS Anis Matta, Ketum Hanura Wiranto, Waketum PAN Taufik Kurniawan, Waketum Gerindra Fadli Zon, Ketua DPP PKS Hidayat Nur Wahid, Ketua DPD RI Irman Gusman, Ketua DPR Setya Novanto, Mendagri Tjahjo Kumolo, Politikus PDIP Pramono Anung, Ketum PPP Djan Faridz, Sekjen NasDem Patrice Rio Capella, Ketua Harian PD Sjarif Hasan, dan Sekjen Perindo Ahmad Rofiq.

Sejumlah tokoh parpol yang hadir malam itu berbincang akrab dan tertawa bersama. Tengok saja keakraban Anis Matta yang beberapa terlihat berbincang santai dengan dua pentolan KIH yang duduk mengapitnya, Muhaimin Iskandar dan Wiranto. Tengok juga keakraban Presiden Jokowi dan Prabowo Subianto.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Presiden Joko Widodo yang diberi kesempatan untuk menyampaikan pidato politik sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan menyalami Prabowo sebelum naik ke panggung. Dari atas panggung, Jokowi juga menggoda Prabowo yang pernah bersaing ketat dengan dirinya di Pilpres 2014.

"Waktu pertemuan saya dengan Pak Prabowo di Istana Bogor dulu, saya bisik-bisik sama Pak Prabowo. Saya tanya, 'Pak Prabowo, 2019 maju lagi nggak?'," tutur Jokowi dari atas panggung Rakernas PAN, Balai Sudirman, Jakarta Selatan, Rabu (6/5) malam. Sontak penuturan Jokowi itu disambut tawa hadirin. Tak terkecuali Prabowo.

"Kalau saya bertanya memang blak-blakan seperti itu memang," kata Jokowi, Prabowo pun mengacungkan dua tangannya ke atas.

"Pak Prabowo jawabnya nanti kalau saya maju lagi, ya berarti kita tarung lagi Pak Jokowi," kata Jokowi yang lagi-lagi disambut tawa hadirin dan Prabowo terus tertawa sembari mengacungkan dua tangannya.

Bahagia dengan suasana hangat malam itu, Jokowi mengajak seluruh tokoh politik bersatu untuk membangun bangsa. Jokowi meminta seluruh tokoh politik menahan diri untuk menunda pertarungan hingga Pemilu 2019.

"Pada malam ini saya sangat berbahagia karena yang namanya KMP dan KIH semuanya hadir bersama di dalam rakernas PAN dan pelantikan pengurus PAN 2015-2020. Ini namanya kebersamaan. Ini yang namanya kerukunan, persatuan. Karena dalam pembangunan sebuah Negara, tanpa stabilitas politik, tanpa stabilitas keamanan, jangan berharap Negara kita bisa bersaing dengan negara lain. Sekarang persaingan bukan antarmanusia, antarkota, antarprovinsi, tapi persaingan antarnegara," kata Jokowi.

Momen kehangatan di acara itu tak berhenti di pidato Jokowi, tapi berlangsung hingga akhir acara. Saat meninggalkan lokasi acara, Presiden Jokowi menyalami satu persatu ketum parpol, Megawati mengikuti di belakangnya. Ketum parpol yang disalami Jokowi juga disalami Mega, tak terkecuali Prabowo Subianto dan Aburizal Bakrie.

Prabowo menyambut uluran tangan kanan Megawati dengan dua tangan tertangkup. Senyum kecil tersungging di bibir mantan Danjen Kopassus itu. Momen langka pun tercipta, meski tanpa kata, Megawati menyalami Prabowo Subianto.

Ketum PAN Zulkifli Hasan sangat terkesan dengan acara partainya yang dihadiri KMP dan KIH. Dia pun berharap kemesraan dua kutub politik tersebut terus bertahan untuk waktu yang lama.

"Mengutip lagunya Iwan Fals, kemesraan ini janganlah cepat berlalu. Kehadiran para tokoh ini tetap mengutamakan silaturahim meskipun berbeda haluan dalam politik," kata Zulkifli.

(trq/van)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads