Jokowi Imbau Para Walikota Tunjukkan Karakter Masing-masing Kotanya

Jokowi Imbau Para Walikota Tunjukkan Karakter Masing-masing Kotanya

- detikNews
Kamis, 07 Mei 2015 11:11 WIB
Jokowi Imbau Para Walikota Tunjukkan Karakter Masing-masing Kotanya
Ambon, - Presiden Jokowi membuka rakernas Asosiasi Pemerintah Kota se-Indonesia (Apeksi). Jokowi mengimbau kepada seluruh walikota yang hadir untuk menunjukkan identitas dan karakter masing-masing kotanya.

"Pertama, saya ingin menyampaikan mengenai kota, mengenai karakter kota. Saya membayangkan bahwa kota-kota di seluruh Indonesia ini ada 98 kota, mestinya setiap kota memiliki identitas dan karakter," ujar Jokowi.

Hal itu dia sampaikan dalam pidato pembukaan Rapat Kerja Nasional Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) 2015 di Hotel Natsepa‎ Resort, Kota Ambon, Maluku, Rabu (7/5/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

‎Jokowi mengatakan setiap kota memiliki identitas dan karakter yang berbeda-beda. Jokowi meminta setiap kota fokus pada identitas dan karakternya masing-masing.

"Mestinya setiap kota fokus, misalnya mau fokus di kota maritim, atau kota hijau, atau agropolitan, atau mau konsentrasi di my city, smart city, heritage city misalnya," imbuhnya.

Jokowi bercerita saat dirinya menjadi walikota Solo, dimana saat itu Solo menjadi kota satu-satunya anggota world heritage city di dunia. Setelah 3 tahun menjadi anggota, Jokowi kemudian menggelar konferensi di Kota Solo.

"Ada kurang lebih 39 kota pusaka di seluruh dunia yang hadir dan ini membangun sebuah brand kota. Karena Solo punya keraton kasunanan dan mangkunegara dan juga bangunan-bangunan lama," ungkapnya.

"Oleh sebab itu, kekuatan itu lah yang ingin saya munculkan dan juga kekuatan itu didukung oleh warisan-warisan pusaka yang lain," lanjutnya.

Jokowi juga mencanangkan Solo International Ethnic Music, meski diakui dirinya penggemar musik rock. Selain itu ada juga Solo International Performing Art.

"Itulah yang akan menjadi jati diri dan identitas kota. Sehingga kota itu akan muncul brand-nya," tuturnya.

Jokowi yakin setiap kota bisa melakukan hal yang sama. Menurut pengalamannya, mengadakan event-event seperti yang dituturkan di atas itu tidaklah membutuhkan anggaran yang besar.

"Semua kota bisa melakukan itu. Misalnya ethic musiknya kuat, undang saja etnik2 musisi dunia, tidak mahal. Dulu, pemkot kurang lebih 300 juta yang lain sponsor. Undang dr kota-kota lain di seluruh dunia dan Indonesiaa. Ini akan memunculkan. Sawah lunto juga kekuatannya kota pusaka tambang. Sangat khas sekali," kata Jokowi.

"Seperti di ambon, dengan teluk yang sangat indah, kita harus mempunyai keberanian untuk menata teluk yang ada, pantai, kanan kiri teluknya. Jangan sampai kedahuluan misalnya oleh PKL dan rumah-rumah. Ini lah pentingnya bekerja detail," lanjut Jokowi.

(mpr/fjp)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads