KSAD: Tinggalkan Gaya Kepemimpinan Feodal dan Selebritis
Selasa, 15 Feb 2005 13:38 WIB
Jakarta - Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal TNI Ryamizard Ryacudu meminta jajaran pimpinan TNI AD untuk meninggalkan gaya kepemimpinan feodal dan tampilan selebritis.Pernyataan KSAD tersebut disampaikan saat memberi sambutan serahterima jabatan Danjen Kopassus dari Mayjen TNI Sriyanto ke Brigjen TNI Syaiful Rizal, di Markas Kopassus, Cijantung, Jakarta Selatan, Selasa (15/2/2005)."Saya tekankan kepada semua pimpinan untuk meninggalkan gaya kepemimpinan feodal dan tampilan selebritis yang tidak sejalan dengan asas dan prinsip kepemimpinan TNI. Itu harus menjadi perhatian utama, tidak boleh ditawar-tawar oleh setiap pimpinan TNI AD," kata calon kuat PanglimaTNI ini.Ketika ditanya lebih lanjut apa yang dimaksudkan dengan kepemimpinan gaya selebritis, KSAD menjawab tegas. "Tentara itu harus kayak tentara. Jangan kayak selebritis dam macam-macam. Tentara harus ngomong jelas, jangan ngalor-ngidul. Saya cuma mengingatkan itu," katanya.Kalau gaya kepemimpinan feodal seperti apa Pak? Ryamizard pun dengan nada tinggi berujar lantang. "Jangan kaya raja-rajaan. Jangan nyuruh-nyuruh seenaknya. Harus tampil ke lapangan, untuk memimpin walau cuma membuat jembatan. Harus hadir di situ. Jangan hanya perintah dari Jakarta, itu tidak boleh," tambahnya. Nyindir siapa nih Pak?
(jon/)











































