Rio terus menundukkan kepala saat kehadirannya disoraki warga sekitar yang berjejalan menonton reka ulang yang digelar pada Rabu 6 Mei 2015.
Pria yang bekerja sebagai guru privat ini memperagakan adegan demi adegan pembunuhan sadis itu mulai dari kedatangan Rio di kamar kos Deudeuh dan bercumbu. Adegan yang mendebarkan hati ketika Rio tersulut emosi gara-gara Deudeuh memaki dan mengejeknya bau badan. Ia gelap mata mencekik perempuan cantik itu hingga nyawanya melayang.
Reka ulang dilanjutkan ke Stasiun Cawang. Rio memperagakan adegan terakhir dengan membuang kunci kamar milik Deudeuh ke kali sekitar stasiun. Di lokasi itu, pria yang telah beristri dan memiliki anak ini sempat termenung.
Berikut 4 kisah tentang rekonstruksi ini:
1. Disoraki Warga
|
|
"Huuuu....huuuuuu!" teriak puluhan warga di lokasi, Jl Tebet Utara I, Tebet, Jaksel, Rabu (6/5/2015).
Puluhan warga berkerumun di sekitar lokasi. Mereka penasaran ingin menyaksikan rekonstruksi tersebut dari dekat.
"Huuuu...huuuu," warga kembali teriak saat tersangka melakukan adegan naik ke dalam taksi ketika hendak meninggalkan kosan korban.
โSelain banyaknya warga, puluhan awak media juga memadati jalan di depan kosan. Pihak kepolisian pun menutup akses jalan tersebut.
2. Tenang
|
|
Rekonstruksi digelar di Jl Tebet Utara I No 15C Tebet, Jaksel sejak pukul 10.00 WIB, Rabu (6/5/2015) yang dipimpin oleh Kanit I Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya Kompol Buddy Towoliu. Saat digiring masuk ke kosan korban, tersangka tidak diberi penutup wajah.
Rio terus menunduk saat digiring meniti anak tangga menuju ke kamar korban di lantai 2 nomor 28. Di depan pintu kamar korban yang masih dipasangi garis polisi, Rio terus menundukkan wajahnya.
Setibanya di dalam kamar korban, pria berusia 24 tahun itu tampak tenang ketika memulai adegan detik-detik pembunuhan. Adegan diawali ketika Rio masuk ke kamar mandi untuk buang air kecil. Rio didampingi pengacaranya, Deni Arie Mahesa, dari kantor pengacara Wibawa Ramzy and Associates.
Pria beranak satu itu juga tampak kooperatif ketika mempraktikkan adegan demi adegan. Sesekali dia juga meluruskan adegan korban yang dirasanya tidak sesuai dengan peristiwa sesungguhnya.
"Pas dia (korban) berontak, saya sama korban terjengkang ke belakang, terus posisi dia (korban) โkepalanya di atas dada saya, terus tangan kiri saya di bawah kepalanya," ujar Rio kepada petugas identifikasi.
3. Peragakan 28 Adegan Mendebarkan
|
|
Rekonstruksi diperagakan langsung oleh Rio, sementara korban digantikan pemeran pengganti bernama Ade, PHL Polda Metro Jaya. Tersangka memperagakan adegan mulai dari saat kedatangan di kosan hingga terjadinya pembunuhan dan meninggalkan korban.
Pantauan di lokasi, Rabu (6/5/2015), adegan dimulai ketika tersangka datang ke kosan korban. Sambil menggendong tas ransel, tersangka menghubungi korban via SMS untuk memberitahukan jika tersangka sudah tiba di kosan korban.
Selanjutnya, tersangka naik anak tangga dan menuju ke kamar kos korban di lantai 2 nomor 28. Tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu, tersangka langsung masuk ke dalam kamar korban yang memang tidak dikunci korban.
"Lalu saya mendapati korban di dalam kamar saat sedang mainin handphone Pak," kata Rio kepada petugas identifikasi.
Selanjutnya Rio masuk ke dalam toilet yang terletak tidak jauh dari mulut pintu kamar kos. Ia lalu buang air kecil dan lalu merebahkan diri sejenak di atas tempat tidur yang ditutupi bed cover Hello Kity warna pink.
Kemudian adegan selanjutnya, giliran korban yang pergi ke toilet untuk buang air kecil. Setelah itu, korban membuka bajunya, bersiap untuk melayani tersangka.
Saat dimulai persetubuhan, adegan detik-detik pembunuhan dimulai. Saat itu, korban dalam posisi menungging, sementara tersangka mencumbunya dari belakang. Saat itu korban menyinggung masalah bau badan yang membuat tersangka tersulut emosinya.
"Lalu saya cekik lehernya dari belakang, dan korban berontak, sehingga membuat saya terjatuh ke belakang," kata Rio sembari memperagakan adegan tersebut.
Saat keduanya dalam posisi terlentang, korban kembali menggigit tangan tersangka hingga cengkeraman tersangka terlepas dari leher korban. Dalam keadaan semaput, korban merangkak ke bawah kasur, lalu tersangka mengikutinya dan menindihnya.
Korban kembali dicekik hingga tak sadarkan diri. Tak sampai di situ, korban lehernya dililit kabel catokan rambut yang posisinya tercolok ke kabel rol. Setelah itu, tersangka mengambil barang-barang dan uang korban yang ada di atas lemari.
Setelah memastikan situasi aman, tersangka langsung melarikan diri sambil menggendong tas ransel. Di depan kosan korban, tersangka kemudian menyetop taksi dan turun di Stasiun Cawang.
Rekosntruksi ini dijaga ketat puluhan anggota Subdit Jatanras Polda Metro Jaya dan Polsek Tebet yang dipimpin oleh Kanit I Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya Kompol Buddy Towoliu. Rekonstruksi ini juga dihadiri oleh kuasa hukum tersangka, Deni Mahesa.
4. Termenung, Lalu Buang Kunci
|
|
Setelah masuk ke Stasiun Cawang, Rio langsung berjalan menuju ke peron paling ujung. Di ujung peron dekat gerbong khusus wanita berhenti, Rio menghentikan langkah kakinya.
Ia lalu jongkok di dekat pagar pembatasโ stasiun dengan kali. Saat itulah Rio kemudian membuang anak kunci kamar kosan korban โke kali tersebut.
Adegan tersebut diperagakan oleh tersangka dalam adegan nomor 28, adegan rekonstruksi terakhirnya.โ Selama melakukan rekonstruksi di Stasiun Cawang, wajah Rio ditutupi masker.
Sementara arus lalu lintas di sekitar Stasiun Cawang tampak macet. Sejumlah mobil petugas yang mengawal jalannya rekonstruksi yang parkir di jalan tersebut, membuat macet arus lalu lintas. Banyaknya pengendara yang berhenti untuk menonton rekonstruksi ini menambah kepadatan.
Rekonstruksi di Stasiun Cawang hanya berlangsung sebentar. Setelah itu, anggota menggiring Rio kembali ke Markas Polda Metro Jaya untuk dimasukkan kembali ke dalam sel.
Halaman 2 dari 5











































