Kakatua Jambul Kuning di Botol Mineral, Menhut: Biadab dan Tega Banget!

Menyelamatkan Si Jambul Kuning

Kakatua Jambul Kuning di Botol Mineral, Menhut: Biadab dan Tega Banget!

Elvan Dany Sutrisno - detikNews
Kamis, 07 Mei 2015 06:25 WIB
Kakatua Jambul Kuning di Botol Mineral, Menhut: Biadab dan Tega Banget!
Foto: Suryanto/Anadolu Agency/Getty Images
Jakarta -

Puluhan ekor kakatua jambul kuning hendak diselundupkan ke Jakarta dengan cara dijejalkan ke dalam botol mineral. Akibatnya, hewan langka itu ada yang mati. Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar pun geram.

"Iya itu biadab tuh. Tega banget," kata Siti Nurbaya saat dimintai tanggapan oleh detikcom, Kamis (7/5/2015).

Menurut Siti, kemungkinan besar kakatua itu dibius selama perjalanan berada di dalam botol. Begitu sampai di tempat tujuan, burung-burung itu baru dimasukkan ke kandang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Modus menyimpan di dalam botol tersebut dilakukan untuk menghindari pemeriksaan petugas. Dengan berada di dalam botol, burung-burung tersebut tak bersuara dan dapat disembunyikan di tas atau kantong besar.

β€Ž"Kakatua Surabaya yang dalam botol mineral, 21 ekor dan mati 11 ekor. Tersangka sudah ditetapkan oleh Penyidik BBKSDA Jatim atas nama tersangka Mulyono dengan barang bukti 20 kakatua jambul kuning dan 1 ekor kakatua Goffin dan satu ekor bayan/burung rangkong. Asal kakatua dari Ambon. Dan sekarang tersangka dititipkan di Polres KP3 Tanjung Perak," jelasnya.

"Barang bukti yang hidup dititipkan di Lembaga Konservasi Maharani Zoo Lamongan," sambung Siti.

Kasus penyelundupan dengan modus botol mineral bukanlah yang pertama. Sebelumnya, polisi sudah mengungkap modus penyembunyian burung dengan cara dimasukkan ke dalam pipa bahkan ada yang disembunyikan di kaos kaki dan celana dalam.

Kondisi ini membuat miris dunia. Populasi kakatua jambul kuning yang tersisa kini tak lebih dari 7.000 ekor. Perburuan dan perdagangan liar membuat jumlahnya terus berkurang setiap tahun. Terlebih lagi, kakatua jambul kuning hanya bisa bertelur dua-tiga butir setiap tahunnya.

(van/rjo)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads