Waktu perlahan beranjak malam. Hujan ringan yang baru saja membasahi tanah menambah dingin Melbourne, Australia. Dari kejauhan, trem warna merah tua yang telah berumur membelah Normanby Road.
Namun, trem ini bukan trem biasa. Di dalamnya telah disulap menjadi sebuah restauran sejak tahun 1981 dengan nama The Colonial Tramcar Restaurant. Kemewahan berkelas itu dirasakan detikcom, Rabu (6/5/2015) atas undangan Melbourne Tourism (Dinas pariwisata pemerintah setempat-red) didukung maskapai penerbangan AirAsia X serta Tune Hotels.
Tatkala pengunjung masuk, musik jazz dan seriosa menggema pelan silih berganti. Udara yang menusuk di luar langsung berubah hangat di dalam kabin. Satu per satu tamu harus antre masuk karena pintu hanya muat untuk satu orang. Tarmcar ini dibelah lorong kecil menjadi dua tempat duduk yaitu seat 2-1 dengan saling berhadap-hadapan. Meski tidak ada aturan hitam di atas putih, umumnya tamu memakai jas bagi pria atau gaun bagi perempuan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah semua masuk dan memenuhi kursi, perlahan Tarmcar melaju pelan dari pemberangkatan yang tidak jauh dari Crown Casino itu. Segelas sampanye sebagai welcome drink telah siap di meja makan masing-masing. Suasana mulai mencair hangat saat pelayan menuangkan red wine/white wine Australia ke gelas yang disiapkan kepada 30 diners. Tak berapa lama, makan malam pun dimulai dengan diawali appetiser, main, cheese board dan diakhiri dengan dessert.
Untuk pilihan minum, Termcar memberikan pilihan bir, wine, jus, soft drink hingga teh dan kopi. Untuk rasa, lidah tidak bisa bohong. Dari wine, steak hinga es krim, rasanya mewakili cita rasa Melbourne: kota yang paling nyaman ditinggali di dunia.
Untuk bisa makan malam sambil menikmati ketenangan kota Melbourne yang dihuni 4 jutaan warga itu sebisa mungkin untuk memesan tempat duduk beberapa hari sebelumnya. Sebab peminatnya sangat tinggi dan di sisi lain hanya ada 3 Tarmcar yang melayani tamu. Selain memberikan layanan dinner, Tarmcar juga melayani lunch dan juga acara tertentu seperti ulang tahun, Natal, perayaan atau acara khusus lainnya.
Diselingi tawa, riuh dan canda keluarga atau rekan kantor, suasana Termcar benar-benar hangat. Untuk privasi, pengambilan foto hanya diperkenankan untuk mengambil foto rombongan sendiri. Jika mau memfoto seisi ruang kabin tarm, harus izin masing-masing tamu.
Setelah 1 jam berputar keliling Melbourne, Termcar kembali ke stasiun pemberangkatan. Satu persatu diners beranjak dari kursi dan antre keluar tram dan udara dingin langsung menusuk saat waktu menunjukkan pukul 20.30 waktu setempat.
Bagaimana soal harga? Tentu sangat sebanding dengan sensasi yang diberikan dan cita rasa makanan serta keramahan awak kabin.
(asp/jor)











































