Kakatua di Botol Bukan yang Pertama, Pernah Ada yang Dimasukkan Pipa

Menyelamatkan Si Jambul Kuning

Kakatua di Botol Bukan yang Pertama, Pernah Ada yang Dimasukkan Pipa

Triono Wahyu Sudibyo - detikNews
Rabu, 06 Mei 2015 18:46 WIB
Kakatua di Botol Bukan yang Pertama, Pernah Ada yang Dimasukkan Pipa
Burung bayan yang diamankan dalam razia Senin lalu (Foto: Imam Wahyudiyanta/detikcom)
Jakarta - Sebagai akses keluar masuk via laut, Polres Tanjung Perak Surabaya sering menangani kasus penyelundupan. Penemuan burung kakatua jambul kuning yang langka awal pekan ini, bukan kejadian pertama. Sebelumnya, mereka memergoki burung diselundupkan dengan cara dimasukkan paralon.

"Ada 33 kakatua yang dimasukkan paralon," kata Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak AKP Aldy Sulaiman kepada detikcom, Rabu (6/5/2015).

Sebelum pengungkapkan aksi sadis itu, polisi membongkar penyelundupan satwa yang melibatkan ABK. Ada ratusan burung cendrawasih, kakatua, hingga kadal diselundupkan. Semua sudah diproses secara hukum.

"Itu kejadian tahun ini. Sebelum-sebelumnya juga banyak," ungkap Aldy.

Polres Pelabuhan Tanjung Perak terus mengintensifkan razia. Terutama bagi kapal dari Indonesia Timur.

Sebagaimana diketahui, dalam razia, Senin (4/5) lalu, polisi mengamankan Mulyono (36) yang kedapatan membawa burung bayan dan kakatua jambul kuning. Ada juga 21 kakatua yang dimasukkan dalam botol mineral ukuran 1,5 liter. Mulyono mengaku tak tahu menahu terkait ke-21 burung tersebut.

21 Burung yang tak diakui Mulyono diamankan ke Balai Karantina Maharani Lamongan. Karena diperlakukan secara sadis, 11 satwa yang dipelihara karena suaranya itu mati.

(try/mad)


Berita Terkait