Ombudsman Akan Investigasi Laporan Novel, Akan Cek Data Mulai dari Polsek di Bengkulu

Ombudsman Akan Investigasi Laporan Novel, Akan Cek Data Mulai dari Polsek di Bengkulu

- detikNews
Rabu, 06 Mei 2015 14:40 WIB
Ombudsman Akan Investigasi Laporan Novel, Akan Cek Data Mulai dari Polsek di Bengkulu
Jakarta - Ombudsman Republik Indonesia sudah menerima laporan dari penyidik KPK Novel Baswedan soal dugaan pelanggaran administrasi dalam penangkapannya. Ombudsman pun begitu menerima laporan segera melakukan investigasi melakukan proses penyelidikan kasus yang disangkakan pada Novel.

"Kami sudah menyelesaikan tahapan laporan dan sekarang sudah diregistrasi. Kami akan bentuk tim seperti biasa, timnya mungkin akan sama dengan tim Pak BW. Dan kami akan secepatnya bertemu dan membahas. Tapi seperti kasus Pak BW, kami tidak langsung pada persoalan Bareskrimnya. Kita mulai dari bawah Polsek, Polres naik-naik terus dan akan meminta keterangan semua yang terkait," terang Komisioner ORI, Budi Santoso di kantornya di Kuningan, Jakarta, Rabu (6/5/2015).

Novel ditangkap pada 1 Mei lalu. Dia ditangkap atas kasus yang terjadi 11 tahun lalu pada 2004. Novel saat itu menjadi Kasat Reskrim di Polres di Bengkulu dan dituduh menganiaya pencuri walet.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pada kasus Pak Novel ini pada tanggal 21 April 2013, Pak Novel pernah mengadukan ke ORI karena ada beberapa berkas yang sulit beliau akses. Kami minta juga data-data, termasuk dari Kajati Bengkulu. Dokumen-dokumen yang kesulitan beliau akses, karena kita sudah tindaklanjuti kami dokumen dari Polda misal dari SKPD (surat keputusan penghukuman disiplin) akhirnya bisa kita peroleh. Kurang lebih 2 tahun lalu sudah ditutup nomornya 08184," urainya.

Menurut Budi, laporan kali ini juga oleh tim anti kriminalisasi, sudah disampaikan beberapa momentum yang menurut mereka perlu dilaporkan dan ditindaklanjuti ORI. Pertama penangkapan, akses pendampingan hukum yang dihambat, penahanan, penggeledaan, penyitaan, dan rekonstruksi.

"Kami belum bisa memastikan mana saja yang bisa kami masuk, atau kami akan turun ke Bengkulu. Soal waktu juga agak sulit, kalau kami memutuskan untuk ke Bengkulu kami perlu waktu lebih juga. Tapi keputusannya akan kami bahas terlebih dahulu," tegasnya.

(ear/ndr)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads