Nasib Kakatua Jambul Kuning di Botol Mineral yang Membuat Miris Dunia

Nasib Kakatua Jambul Kuning di Botol Mineral yang Membuat Miris Dunia

Rachmadin Ismail - detikNews
Rabu, 06 Mei 2015 11:58 WIB
Nasib Kakatua Jambul Kuning di Botol Mineral yang Membuat Miris Dunia
foto: Suryanto/Anadolu Agency/Getty Images
Jakarta -

Polres Pelabuhan Tanjung Perak Jawa Timur menyelamatkan puluhan ekor burung kakatua jambul kuning yang coba diselundupkan lewat kapal KM Tidar tujuan Papua-Ambon-Makasar-Surabaya-Jakarta. Burung langka itu dimasukkan paksa ke dalam botol air mineral. Dunia pun miris dibuatnya.

Kasus ini dirilis oleh kepolisian pada Senin (4/5) lalu. Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak AKP Aldy Sulaiman mengatakan, ada dua kasus yang diungkapnya. Pertama, adalah kepemilikan dua burung dilindungi, yakni seekor burung bayan dan seekor kakatua. Satu lagi adalah kepemilikan 21 ekor burung kakatua jambul kuning.

Dua burung yang ditemukan awal disita dari Mulyono (36), warga Rembang. Burung itu disita dari dek 6. Oleh Mulyono, burung itu dibawa diam-diam. Burung itu disembunyikan di dalam sebuah jeriken bekas minyak goreng. Burung bayan hijau dan kakaktua tersebut ditekuk sedemikian rupa agar bisa masuk ke jeriken tersebut.

Β 

Β 

Sementara temuan 21 burung kakatua yang dimasukkan ke dalam botol masih diselidiki. Puluhan unggas dilindungi itu ditemukan di dek 3, namun tak ada pemiliknya. Puluhan unggas tersebut dimasukkan ke botol air mineral dan softdrink bervolume 1,5 liter. Burung itu secara paksa dimasukkan ke botol bulat. Burung itu dimasukkan dengan posisi paruh di depan dan kakinya ditekuk. Miris bagi yang melihatnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Media-media asing menyoroti kasus ini. Telegraph dan Daily Mail menyebut, apa yang dilakukan oleh para penyelundup itu sangat menyedihkan. Kakatua berjambul kuning sudah ditetapkan dunia sebagai hewan terancam punah sejak tahun 2007. Diperkirakan, hanya ada 7.000 burung kakatua jambul kuning yang tersisa di dunia.

Berikut sejumlah foto-foto kakatua tersebut yang membuat miris:

Hindari Bea Cukai

Suryanto/Anadolu Agency/Getty Images
Burung-burung itu sengaja dimasukkan ke dalam botol untuk menghindari pemeriksaan bea cukai dan petugas di Pelabuhan Tanjung Perak. Tubuh mungil mereka dipaksa masuk ke dalam botol.

Akhirnya, burung-burung itu bisa dimasukkan ke dalam kapal. Namun setelah diperiksa polisi, akhirnya bisa diselamatkan.

Dijual dengan harga Tinggi

Suryanto/Anadolu Agency/Getty Images
Daily Mail menulis, burung-burung itu bisa dijual dengan harga belasan juta rupiah per ekornya. Burung-burung itu sebagian besar berasal dari Halmahera Utara.

Diperkirakan ada ribuan burung yang diselundupkan secara ilegal tiap tahunnya. 40 Persen dari mereka mati selama proses penyelundupan itu.

Dilindungi Maksimal

Suryanto/Anadolu Agency/Getty Images
Kakatua jambul kuning termasuk hewan yang terancam punah dan dilindungi. Mereka hanya bisa bertelur sekali setahun dan hanya dua telur yang dihasilkan.

Burung itu bisa memiliki panjang 12 inchi hingga 27 inchi. Kecantikannya bisa terlihat ketika jambul kuning itu mengembang.

Populasinya bisa ditemukan di kawasan Indonesia Timur, termasuk Maluku dan Sulawesi.

Burung Bayan di Jeriken

foto: Imam Wahyudiyanta (detikSurabaya)
Burung bayan ini dimasukkan ke dalam jeriken. Tampak burung cantik warna hijau tersebut berada di sebuah ruang yang sangat sempit.

Burung itu disita dari tangan Mulyono. Dia mengak hendak membawanya untuk dipelihara sendiri. Namun tidak memiliki surat.
Halaman 2 dari 5
(mad/mok)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads