Selain Grafolog, Polisi Juga Panggil Ahli Forensik dan Psikolog

Misteri Kematian Mahasiswa UI

Selain Grafolog, Polisi Juga Panggil Ahli Forensik dan Psikolog

- detikNews
Rabu, 06 Mei 2015 11:14 WIB
Selain Grafolog, Polisi Juga Panggil Ahli Forensik dan Psikolog
Jakarta - Polisi sudah memeriksa penganalisa tulisan tangan (grafolog ) dari American Handwriting Analysis Foundation Deborah Dewi untuk menyelidiki kasus meninggalnya mahasiswa Biologi UI Akseyna Ahad Dori (19). Selain Deborah, polisi juga akan memanggil ahli lain.

"Ibu Deborah sudah kita minta keterangan kemarin. Kami juga akan panggil ahli lain, jadi tidak hanya satu orang," kata Kasat Reskrim Polres Depok, Kompol Teguh Nugroho saat dikonfirmasi detikcom, Rabu (6/5/2015).

Teguh mengatakan dari hasil paparan informasi yang disampaikan Deborah dari pukul 10.00-15.00 WIB itu, polisi masih mengumpulkan dan mempelajari data. Butuh penyelidikan ilmiah dalam kasus ini, sehingga akan membutuhkan waktu yang tak sebentar untuk mengetahui kebenarannya.

"Jadi belum bisa disimpulkan," ucapnya.

Ahli lainnya yang akan dipanggil juga masih grafolog dan ahli lain, namun Teguh belum mau mengatakan siapa ahli yang akan dipanggil. "Belum tahu tapi yang pasti penyelidikan ini menggunakan metode ilmiah".

Dihubungi terpisah, Humas UI, Reffely Dwi Astuti mengatakan pihak kampus sudah mengirimkan ahli forensik dan psikolog untuk membantu penyelidikan kasus ini.

"Sudah dimintai keterangan dua minggu lalu," kata Reffely.

Jajaran Reskrim Polres Depok terus melakukan penyelidikan terkait penyebab kematian mahasiswa Biologi UI Akseyna Ahad Dori (19). Berdasarkan perkembangan terakhir, Polisi menduga Akseyna tewas karena dibunuh.

"Titik terangnya ke pembunuhan ada, tapi kita masih belum berani menyimpulkan itu karena masih belum ada bukti-bukti kuat," ujar Kapolres Depok Kombes Ahmad Subarkah di Mahaka Square, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Senin (4/5/2015).

Subarkah mengaku kasus tewasnya Akseyna di Danau Balairung UI pada Kamis (26/3) merupakan kasus yang cukup sulit karena kurangnya bukti.

"(Tewasnya Akseyna) Kasus yang cukup sulit, bukti permulaan di lokasi kurang," terangnya.

(slm/nal)


Berita Terkait