"Integritas sangat diperlukan bagi penyidik narkoba," kata Komjen Anang saat berbincang dengan detikcom, Rabu (6/5/2015).
Bukan apa-apa, menurut jenderal bintang tiga ini godaan di lapangan dalam menyelidik masalah narkoba sangat tinggi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengenai integritas dan godaan bandar ke penegak hukum pernah disinggung oleh Kapolri Jenderal Sutarman saat dia menjabat. Sutarman mengatakan, tidak mudah untuk menyelidiki perkara narkoba, karena godaan-godaan yang muncul.
"Saya pernah menyampaikan kalau kita melakukan penangkapan pelaku terorisme kita dimusuhi, ditembak. Tapi kejahatan narkoba ditangkap, mereka makin dekat dengan penegak hukum. Ini sangat berbahaya," kata Sutarman, 12 Oktober 2014 lalu.
Sebelumnya diberitakan, Biro Pengamanan Internal Polri (Paminal) menangkap perwira menengah di Direktorat Narkoba Mabes Polri, AKBP PN.
Kepala Unit III Sub Direktorat V itu diamankan karena diduga melakukan '86' terhadap seorang bandar sekaligus pemilik diskotek dan karoke bar di kawasan Banceuy, Bandung, Jawa Barat. Jumlah yang diminta tidak sedikit, Rp 5 miliar.
Kabareskrim Komjen Budi Waseso tidak menutup kemungkinan ada anak buahnya yang berbuat nakal di lapangan, terutama dalam penanganan masalah narkoba.
"Namanya juga lego-lego di lapangan bisa saja," kata Komjen Buwas, sapaan Budi Waseso, saat berbincang dengan detikcom di Mabes Polri, Selasa (5/5/2015) sore.
Namun demikian, Buwas berkomitmen untuk menangani pidana yang menjerat anak buahnya itu. Dia tegas mengatakan tidak akan pilih kasih dalam menangani masalah yang membelit PN.
"Kita konsisten dan konsekwen dalam penanganan masalah ini, tidak pilih kasih, tidak tertutup. Kalau ada oknum anggota saya yang melakukan pelanggaran kita tindak," tegasnya.
"Kan kita mau bersih, saya sudah bilang dari awal kita harus bersihkan diri sebagai penegak hukum," imbuhnya.
(ahy/fjp)











































