"Dalam evaluasi UN kami ada masalah itu mengenai kehadiran dari ujian Paket B. Jadi lebih pada tingkat kehadiran, terutama paket B," ujar Arie usai memantau UN di SLB 7 Jakarta, Jl TPU Kebon Nanas, Jatinegara, Jaktim, Rabu (6/5/2015).
Menurut Arie, kendala kehadiran tersebut karena sebagian peserta Paket B tidak mendapat izin dari tempatnya bekerja untuk mengikuti ujian. Meski begitu, mereka yang tidak bisa hadir hanya sebagian kecil.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Disdik DKI sendiri hingga pelaksaan UN hari ketiga belum menerima adanya kebocoran soal ataupun bentuk kecurangan-kecurangan lainnya. Computer Based Test (CBT) yang hanya diselenggarakan di SMP Penabur 2 itu juga disebutnya juga berjalan lancar.
"Belum ada laporan kebocoran dan kecurangan, mungkin karena peranan pengawas, dan prosedurnya juga. Ini sangat-sangat mengurangi (kecurangan). Kerjasama di kelas juga nggak mungkin karena soalnya bervarian," tutur Arie.
"CBT berjalan lancar, baik secara teknis seperti jaringan dan listrik lancar. Anak-anak tampaknya juga senang dan optimis karena merasa ujiannya lebih mudah, tidak perlu menulis lagi," tutupnya.
(ear/bar)











































