"Begini saya ingin jelaskan, kejadian tersebut awalnya bukan karena pipa panas buminya, tapi karena longsor. Kalau tidak diluruskan ini dikhawatirkan akan menimbulkan keresahan masyarakat di lokasi PLTP (Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi), padahal pemerintah sedang dorong pemanfaatan panas bumi untuk listrik," jelas Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi, Kementerian ESDM, Rida Mulyana kepada detikFinance, Selasa (5/5/2015).
Rida mengatakan, kejadian tersebut karena di atas bukit di Kampung Cibitung ada aktivitas pertanian dan perkebunan. Intensitas hujan yang cukup tinggi mengakibatkan tanah longsor sehingga masyarakat sekitar bukit ikut tertimbun material tanah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Akibat putusnya pipa panas bumi tersebut, membuat suplai listrik sebesar 2x227 megawatt berhenti beroperasi.
"Pipa yang putus itu pipa utama, membuat PLTP Wayang Windu Unit 1 dan 2 berhenti beroperasi. Akibatnya suplai listrik 2x227 MW berhenti beroperasi. Kita sudah kirim inspektur dan tim untuk mencari solusi agar PLTP segera bisa beroperasi kembali," tutup Rida
(rrd/imk)