"Iya kita memanggil ahli grafolog untuk memeriksa tulisan tangan Akseyna. Grafolog yang dipanggil Deborah Dewi," ujar Kasat Reskrim Polres Depok, Kompol Teguh Nugroho saat dikonfirmasi detikcom, Selasa (5/5/2015).
Namun, Teguh masih belum bisa membeberkan hasil analisis grafolog terkemuka itu. Menurutnya, sampai saat ini polisi masih belum mendapatkan hasilnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berdasarkan perkembangan terakhir, Polisi menduga Akseyna tewas karena dibunuh. "Titik terangnya ke pembunuhan ada, tapi kita masih belum berani menyimpulkan itu karena masih belum ada bukti-bukti kuat," ujar Kapolres Depok Kombes Ahmad Subarkah di Mahaka Square, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Senin (4/5/2015).
Subarkah mengaku kasus tewasnya Akseyna di Danau Balairung UI pada Kamis (26/3) merupakan kasus yang cukup sulit. Penyelidikan terakhir ditemukan batu konblok di dalam tas korban yang menjadi pemberat saat ditemukan di TKP.
"(Tewasnya Akseyna) Kasus yang cukup sulit, bukti permulaan di lokasi kurang," terangnya.
(spt/nwk)











































