Sejak Sabtu (2/5), saat Maya ditemukan tewas secara tragis di kontrakan di kawasan Janti, Karangjambe, Banguntapan, Bantul, ucapan duka mengalir ke akun twitter Maya @maya_kittajima. Sebagian di antaranya merupakan teman, sisanya netizen yang tidak kenal namun tahu sosok Maya.
Seperti cuitan zulfa'afin, pemilik akun β@aphinZulfa:
Mestipun gak deket sama @maya_kittajima tapi masih gak nyangka jadi kaya gini. Semoga tenang di kehidupan selanjutnya amiiin
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
kriminalitas keji tak beradab, sampai orang baik & pintar ini yg harus jadi korbanya @maya_kittajima | Rest in peace | sleep in heaven
Ada juga postingan keprihatinan teman Maya, Ita Pitarini, dalam akunnya β@itapitarini:
@maya_kittajima tak kenal maka tak sayang. Dulu kt prnh sekantor & yg aku lihat km orgnya baik & rajin sholat.. :'((
Di akunnya, Maya mencurahkan beragam perasaan. Ada juga aktivitas keseharian. Pada 15 April, ia menuliskan ~hasil lab darah,urin&rekammedik jantung~@RS.Hidayatulah(lagi)|| kali ni jantung,stlh kmrn ginjal,bsok apalagi Tuhan?
Pemilik kontrakan tempat Maya berjualan, Andriyanto (41), menyebut Maya memang sakit-sakitan. Bahkan Andri, panggilan akrab Andriyanto, sempat memperingatkan agar Maya tak membuka angkringan hingga dini hari. Tapi Maya bergeming. Semangat bekerjanya luar biasa.
"Buka malam baru belakangan ini. Biasanya dulu pagi jam 10.00 sampai jam 21.00," kata Andri, Selasa (5/5/2015).
Di salah satu cuitan pada tanggal 3 Januari, Maya juga menulis kebahagiannya bisa sedekah.
Alhamdulilah..1bln buka #angkringan #janti #jogja bs sedekah ke pantiasuhan&masjid2..moga bs rutin tiap bulan..#AyoSedekah #SedekahRombongan
Maya dikenal gigih. Alumnus D3 Sastra Inggris UGM ini memulai usaha sejak lama. Di akun twitter, ia memposting foto saat ia memulai usaha angkringan dan keramaian pembeli di kawasan Janti. Nasib berkata lain, di tempat itu pula, ia ditemukan tak bernyawa. Hingga kini belum diketahui pelaku dan motif pembunuhan tersebut.
(try/nwk)











































