"Tentu ada aturannya. Khusus di situ kan ada aturannya!" tegas JK di Kantor Wapres, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (5/5/2015).
Aksi penyerobotan antrean haji ini terungkap dari laporan pendaftaran haji yang ada di website Kementerian Agama. Dalam daftar antrean itu, ada sejumlah nomor antrean yang tak urut. Di antara urutan nomor para jamaah haji yang akan berangkat, tiba-tiba ada nomor antrean besar yang tak sesuai urutan antrean.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemudian pada tahun saat seharusnya calon jamaah haji fiktif tersebut berangkat, pihak PIHK membatalkannya. Slot tersebut kemudian dijual dengan harga berkali lipat kepada orang lain.
(rjo/van)











































