Sekretaris Komisi E DPRD DKI Fahmi Zulfikar ikut dalam rapat mendadak di ruang Wakil Ketua DPRD DKI Abraham 'Lulung' Lunggana. Keluar lebih dulu dari ruang rapat, Fahmi tampak emosional dan menjawab pertanyaan wartawan dengan nada tinggi. Ada apa, Bang Fahmi?
"Memangnya nggak boleh saya ngobrol sama, Pak Lulung?! Soal apa? Soal istri, soal anak, soal macam-macam. Masa saya mesti cerita sama kalian apa yang saya ceritain!" kata Fahmi dengan nada tinggi saat ditanya soal isi rapat di ruangan Lulung. Pernyataan nada tinggi itu disampaikan Fahmi kepada wartawan di Gedung DPRD DKI, Kebon Sirih, Jakarta, Selasa (5/5/2015).
Entah apa yang membuat Fahmi bicara dengan nada tinggi. Terus ditanya soal isi pertemuan, dia tetap tak menjawab gamblang. Begitu juga saat ditanya soal kasus UPS yang menyebabkan Fahmi dipanggil sebagai saksi oleh Bareskrim Polri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Fahmi Zulfikar diperiksa sebagai saksi oleh penyidik Bareskrim Mabes Polri pada Rabu (29/4) lalu. Politikus Partai Hanura ini diperiksa lebih dari 8 jam.
Fahmi memang soal kasus dugaan korupsi pengadaan UPS pada APBD-P 2014. Di periode pembahasan APBD-P itu, dia memang sudah duduk di Komisi E, komisi yang mengurus bidang pendidikan di DKI.
Dalam wawancara dengan detikcom pada Februari 2015 lalu, Fahmi mengatakan anggaran UPS kemungkinan memang usulan DPRD DKI. "Usulan mungkin saja dari DPRD. Tapi kalau dirasa nggak perlu ya jangan dilelang. Kan ada ULP (Unit Layanan Pengadaan Barang dan Jasa). Ada E-Katalog, masa bisa lolos?" ujarnya Februari lalu.
(trq/trq)











































