Pada Selasa (5/5/2015) jenazah korban masih berada di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Moewardi, Surakarta. Menunggu proses autopsi dilakukan.
Penjaga hotel, Widodo, mengatakan Yulita datang ke hotel yang berada di Jalan Tarakan, Kestalan itu pada Senin (4/5) sekitar pukul 16.00 WIB bersama seorang lelaki yang mengaku sebagai suaminya. Namun tak lama setelah masuk hotel lelaki meninggalkan hotel menggunakan motor yang dipakai Yulita ketika datang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada saat itulah diketahui bahwa Yulita telah tewas dalam kondisi mengenaskan. Belasan luka tusukan senjata tajam ditemukan di perut bagian kiri korban, serta satu tusukan di leher. Selain itu didapati bekas jeratan tali di bagian leher.
Pengelola hotel lalu melaporkan kejadian itu kepada polisi. Polisi lalu mengirim jenazah korban ke rumah sakit.
"Yang diserahkan kepada kami adalah KTP atas nama korban. Lelaki yang masuk ke hotel bersama korban berperawakan tinggi tegap sekitar 180 cm, usia sekitar 30 hingga 35 tahun, kulit sawo matang, rambut lurus," ujar Widodo.
Ayah korban, Mulyono, mengatakan Yulita saat ini berstatus janda dua anak yang masih kecil-kecil. Sehari-hari Yuli bekerja di sebuah pabrik plastik di Grogol, Sukoharjo.
Sedangkan paman korban, Supardi, menjelaskan, Yuli meninggalkan rumah sekitar pukul 15.00 WIB berpamitan akan berangkat bekerja. Sekitar pukul 18.00 WIB, Supardi mengaku masih menghubungi keponakannya itu untuk memberitahu kondisi istri Supardi yang sedang sakit. Dalam percakapan lewat telepon itu, menurut Supardi, Yuli mengatakan masih berada di dalam kompleks pabrik.
Polresta Surakarta belum memberikan keterangan resmi tentang kejadian tersebut. Direncanakan siang ini Polresta baru akan memberikan penjelasan sekaligus menyampaikan hasil pemeriksaan medis terhadap jenazah.
(mbr/rul)











































