DetikNews
Selasa 05 Mei 2015, 12:18 WIB

Panglima TNI Luncurkan Buku 'TNI dan AirAsia QZ8501'

- detikNews
Panglima TNI Luncurkan Buku TNI dan AirAsia QZ8501
Jakarta -

Panglima TNI Jenderal Moeldoko hari ini meresmikan Museum Media Penerangan TNI. Dalam kegiatan itu juga diluncurkan buku 'TNI dan AirAsia QZ-8501: Harmoni Dalam Misi Kemanusiaan'.

Acara digelar di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa (5/5/2015) pagi. Hadir dalam acara ini para Kepala Staf TNI, Wagub DKI Jakarta Djarot Saefullah, Letjen (Pur) Sjafri Sjamsudin, Kapuspen TNI Mayjen M Fuad Basya, Pangdam Jaya Mayjen TNI Agus Sutomo, atase pertahanan negara sahabat, Kabasarnas Masdya FHB Soelistyo, dan lain-lain.

Kata Fuad, latar belakang penyusunan buku 'TNI dan AirAsia QZ-8501: Harmoni Dalam Misi Kemanusiaan' itu untuk merekam kiprah satgas SAR TNI dalam misi kemanusiaan dalam SAR tragedi AirAsia QZ8501 beberapa waktu lalu.

"Ini untuk membuktikan panggilan tugas militer selain perang sama pentingnya bagi TNI," kata Fuad. Buku itu juga wujud kepedulian dan dan dukacita TNI bagi para keluarga korban pesawat nahas tersebut.

Buku setebal 308 halaman itu dikatakan Fuad juga sebagai pembelajaran bagi para prajurit TNI dan lembaga-lembaga lain terkait SAR. Ia berharap ke depan tugas SAR dapat dilaksanakan lebih baik dan maksimal.

"Pelaksanaan SAR berikutnya harus dapat lebih baik dan optimal. Kendala-kendala harus dieliminasi," ucap Fuad. Buku itu nantinya akan didistribusikan kepada TNI, lembaga pendidikan, instansi SAR terkait, dan masyarakat umum.

Pada kesempatan itu, Fuad juga bicara soal pembangunan Museum Media Penerangan TNI. Museum itu menyimpan berbagai koleksi produk dan peralatan Penerangan TNI yang bernilai sejarah. Baik berupa peralatan, video, foto, dan lain-lain.

Dalam sambutannya, Panglima TNI Moeldoko juga bicara soal peluncuran buku tersebut. Katanya, itu merupakan rekaman wujud tanggung jawab sosial TNI.

"Dalam jiwa prajurit profesional, di situ mengalir sebuah tanggung jawab sosial. Atas dasar itu, TNI bekerja sungguh-sungguh menjalankan tugas yang tertera dalam operasi militer selain perang," jelas Moeldoko.

Ke depan, dalam operasi SAR, lanjut Moeldoko, TNI akan terus bekerja maksimal dan bersinergi dengan instansi SAR terkait.

"Dari awal perintah saya kepada seluruh prajurit, beri dukungan sepenuhnya kepada Basarnas," kata Moeldoko. "Tidak ada sedikit pun upaya TNI menggeser peran Basarnas. Karena kita paham atas tugas dan tanggung jawab masing-masing," sambungnya menegaskan.

Moeldoko juga merasa senang karena dalam SAR AirAsia QZ8501, TNI bisa bersinergi dengan Basarnas, Polri, BNPB, dan lain-lain. Dirinya bangga karena kerja keras TNI juga diapresiasi negara-negara lain.

"Hal itu bisa menjadi ukuran TNI profesional apa tidak," imbuh Moeldoko.


(bar/fjp)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed