Eka Mayasari (27) ditemukan tewas di kamar kontrakan yang terhubung dengan warung angkringan miliknya. Hidup sendirian, Maya sering diingatkan tetangganya untuk tidak buka warung terlalu larut malam.
"βSaya sama istri saya sering tegur. 'Jangan terlalu malam bukanya, kan kamu sendirian'," kata Andriyanto (41) kepada detikcom, Selasa (5/5/2015).
Andri, panggilan akrab Andriyanto, merupakan pemilik kontrakan Maya yang tinggal sekitar 20 meter dari lokasi kejadian. Sekitar seminggu terakhir sejak Maya sakit, warung angkringannya buka sejak pukul 22.00-05.00 pagi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rahmad tinggal 30 meter dari kontrakan Maya. Pemilik petshop itu sering menengok warung Maya untuk memastikan keadaan gadis lulusan UGM itu.
"Nggak ada yang mabuk-mabukan kok. Paling cuma ngopi, makan mi, atau main catur," ungkap Rahmad.
"Buka malam baru belakangan ini. Biasanya dulu pagi jam 10.00 sampai jam 21.00," imbuhnya.
Polisi masih menyelidiki pembunuhan sadis ini. Selain memeriksa saksi-saksi, mereka juga mengamankan puntung rokok.
(sip/try)











































