"Kan Ketua Umum PAN juga Ketua MPR Zulkifli Hasan harus bersikap negarawan. Untuk itu posisi yang melekat itu ya walaupun dia ketua umum karena dia ketua MPR yang memang itu satu lembaga tinggi negara ya dia patutnya mengundang presiden dan wakil presiden," kata Ketua MPP PAN Sutrisno Bachir kepada detikcom, Selasa (5/5/2015).
Alasan kedua adalah untuk menurunkan prasangka masyarakat bahwa dunia politik lekat dengan kegaduhan. Melalui momen Rakernas PAN, Sutrisno memaparkan, PAN ingin menegaskan sikap politik tanpa kegaduhan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jadi, lanjut Sutrisno, kalau acara PAN dihadiri semua tokoh yang diundang, maka masyarakat akan melihat ketenangan dalam politik nasional. "Sehingga rasa menyalahkan para tokoh dan elite itu sirna. Dengan sirnanya prasangka buruk terhadap tokoh bangsa baik di politik maupun pemerintah maka akan timbul optimisme kembali," kata Sutrisno.
Sutrisno menegaskan PAN ingin menunjukkan cara berpolitik tanpa kegaduhan. "Kalau nggak gaduh banyak karya politik dan menimbulkan optimisme masyarakat, pertumbuhan ekonomi lebih bagus, nah itu akan terjadi. Makanya kita gunakan momentum ini," pungkasnya.
Dalam pelantikan DPP dan Rakernas PAN nanti selain Jokowi-JK juga diundang seluruh parpol KIH dan KMP, juga seluruh pengurus PAN di seluruh Indonesia juga anggota DPRD dan DPR dari PAN.
(van/try)










































