Sedikitnya 24 orang anggota tim meninggalkan Kathmandu Guest House, Thamel, Nepal, Selasa (5/5/2015) pada pukul 06.00 waktu setempat. Mereka langsung merapat ke gudang yang disewa tim untuk menyimpan logistik.
Begitu tiba di gudang 15 menit setelah meninggalkan penginapan, tampak belasan box besar warna oranye berisi velbed dan logistik rumah sakit lainnya. Puluhan kardus berisi obat-obatan dan perlengkapan untuk perawatan telah berjejer.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tim di bawah koordinator Bapak Djarot bersama Bapak Kolonel Inf Seinmart Tonda melaksanakan pemasangan tenda rumah sakit di Satungalโ," kata Direktur Tanggap Darurat BNPB, Junjungan Tambunan.
Proses pembangunan tenda rumah sakit darurat tersebut masih dalam proses. Namun warga setempat berjanji akan turut membantu tim dari Indonesia, karena lebih dari 250 rumah hancur di Satungal dan rumah sakit sekitar menerima pasien korban gempa yang melebihi kapasitasnya.
Gempa berkekuatan 7,8 SR yang mengguncang Nepal pada 24 April lalu menimbulkan korban jiwa hingga lebih dari 7.500 orang dan ratusan orang masih hilang, di antaranya 6 WNI. Sementara korban luka-luka dan pengungsi terus bertambah mencapai lebih dari 150 ribu orang. โ
(vid/aan)











































