Tak Ada Lagi Asa di Kampung Apung yang Kini Kembali Tenggelam

Tak Ada Lagi Asa di Kampung Apung yang Kini Kembali Tenggelam

- detikNews
Selasa, 05 Mei 2015 09:53 WIB
Tak Ada Lagi Asa di Kampung Apung yang Kini Kembali Tenggelam
Foto: Septiana/detikcom
Jakarta - Rencana pengeringan di Kampung Apung yang berada di wilayah Kapuk, Cengkareng, Jakarta Barat, tinggal isapan jempol. Sebab sejak setahun lalu pengeringan diwacanakan, namun nyatanya kampung tersebut kembali terendam.

Terendamnya kampung, membuat 3.810 makam yang tadinya sudah terlihat muncul ke permukaan kini kembali tenggelam dan dipenuhi oleh eceng gondok.

Padahal proses pengeringan yang dimulai sejak pertengahan tahun 2014 lalu itu telah menelan anggaran lebih dari setengah miliar rupiah. Selain itu, anggaran pemindahan ribuan makam yang bernilai Rp 5 miliar juga tanpa kejelasan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Salah satu warga, Juhri mengungkapkan hingga saat ini tidak ada lagi pemberitahuan dan pembicaraan dari pihak Pemkot terkait pengeringan kampung yang sudah ditempati dirinya puluhan tahun tersebut.

Apalagi kondisi kampung saat ini malah makin memprihatinkan karena semakin banyaknya eceng gondok termasuk berkembangbiaknya ular.

"Sekarang kondisinya lebih ngeri lagi karena air semakin naik dan eceng gondok semakin banyak. Dan pertumbuhan ular di dalamnya juga semakin berkembang," jelas Juhri.

Dia menyesalkan upaya pemerintah yang tampak setengah hati menyelesaikan pekerjaannya. Baginya, ini seperti proses pembunuhan terhadap masyarakat yang tinggal di dalam kampung.

"Kalau lihat begitu, kepercayaan kita sama pemerintah juga hilang. Sudah gak ada harapan lagi untuk kampung ini," terangnya.

Juhri yang juga pernah menjabat sebagai ketua RW 01 di Kampung Apung berharap pemerintah benar-benar memikirkan rakyat. Jangan hanya janji-janji belaka dan membuat warga sengsara.

"Inginnya hak hidup masyarakat yang layak dijamin. Kita tidak tinggal di bantaran kali. Kita tinggal di tanah kita sendiri yang rusak karena kebijakan pemerintah itu sendiri," tutup Juhri.

(spt/fdn)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads