Lukisan Affandi Koleksi Keluarga Prof Widjojo yang Dicuri Sudah Berpindah ke 4 Tangan

Lukisan Affandi Koleksi Keluarga Prof Widjojo yang Dicuri Sudah Berpindah ke 4 Tangan

- detikNews
Senin, 04 Mei 2015 18:08 WIB
Lukisan Affandi Koleksi Keluarga Prof Widjojo yang Dicuri Sudah Berpindah ke 4 Tangan
lukisan palsu Affandi
Jakarta -

Pihak kepolisian telah menelusuri keberadaan lukisan karya pelukis maestro Affandi koleksi keluarga mantan Menko Ekuin Prof Widjojo Nitisastro yang hilang dicuri dan diganti lukisan palsu. Setelah dicuri oleh pelakunya, lukisan berjudul 'Self Portrait and His Pipe' itu berpindah ke 4 tangan.

"Kita sudah temukan alurnya, lukisan itu berpindah ke 4 tangan setelah dicuri pelakunya," ujar Kasubdit Kamneg AKBP Fadly Widiyanto kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (4/5/2015).

Sementara itu, Kanit I Subdit Kamneg Ditreskrimum Polda Metro Jaya Kompol Imran Gultom menjelaskan, pelaku pencurian sebelum menjual lukisan tersebut menggantinya dengan lukisan yang palsu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dari pelaku ini kemudian dijual ke si A, lalu A jual ke B, lalu ke C dan terakhir ke D," ujar Gultom.

Orang terakhir yang memegang lukisan tersebut, kata dia, kemudian melelangnya di balai lelang Hong Kong. Lukisan tersebut pun laku terjual senilai Rp 5 miliar lebih.

"D ini kolektor," ucapnya.

Saat ini, polisi sudah mengantongi identitas pelaku pencurian. Polisi tengah memburu pelaku yang disebut-sebut lebih dari 1 orang itu.

"Kemungkinan orang dalam," tuturnya.

Lukisan tersebut baru diketahui hilang ketika Sawitri, cucu Widjojo, membaca di internet jika lukisan berjudul 'Self Portrait and His Pipe' karya Affandi dilelang seharga Rp 5 M lebih di balai lelang di Hong Kong, yang mirip dengan lukisan yang dimiliki korban.

Keluarga sebelumnya tidak menaruh kecurigaan jika lukisan itu hilang, sebab 'lukisan' itu masih tergantung di rumahnya. Belakangan, lukisan itu dinyatakan palsu setelah diteliti langsung oleh cucu pelukis, Selatri Venetsia.

Sementara korban mengklaim lukisan yang dilelang di Hong Kong adalah miliknya, sebab dibeli langsung oleh mendiang ayahnya saat kunjungan ke Yogyakarta sekitar tahun 1975 silam.

(mei/ndr)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini