PAN: Jokowi-JK, Mega dan Semua Ketum Parpol Akan Hadir di Rakernas

PAN: Jokowi-JK, Mega dan Semua Ketum Parpol Akan Hadir di Rakernas

- detikNews
Senin, 04 Mei 2015 17:17 WIB
PAN: Jokowi-JK, Mega dan Semua Ketum Parpol Akan Hadir di Rakernas
Jakarta - PAN akan menggelar pelantikan pengurus DPP hasil Kongres Bali pada 6 Mei mendatang sekaligus menggelar Rakernas. PAN turut mengundang Presiden Jokowi dan Wapres JK termasuk seluruh ketua umum partai politik, baik dari KIH maupun KMP.

"‎Kami telah sampaikan undangan ke Bu Megawati secara pribadi, Pak Djan Faridz kemudian ketua umum parpol lain Insya Allah Selasa kami akan sampaikan ke Golkar," ucap Sekjen PAN Eddie Soeparno dalam jumpa pers di ruang Fraksi PAN gedung DPR, Jakarta, Senin (3/5/2015).

"Masing-masing telah agendakan ini dalam penjadwalan kegiatan beliau-beliau. Jadi kami berharap dan optimis di antara yang diundang itu akan hadir," tambahnya soal konfirmasi kehadiran para tamu PAN.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Eddie menjelaskan, acara yang akan digelar 6 Mei pukul 19.00 WIB di Balai Sudirman tersebut akan dihadiri 2.000 pengurus PAN se-Indonesia termasuk anggota DPR dan DPRD asal PAN.

"Beberapa topik yang akan kita bahas dan kaji antara lain terkait pelaksaan Muswil, Musda, Muscab dan pembahasan mengenai pilkada," paparnya.

Sementara itu, panitia acara Eko Hendro Purnama mengatakan pihaknya sudah melayangkan surat undangan bagi Presiden Jokowi melalui ketua umum Zulkifli Hasan dan ditindaklanjuti oleh protokoler Istana.

"‎Kami sudah ke bagian prtokoler Istana, Insya Allah Bapak Presiden dan Wakil Presiden hadir akan saksikan pelantikan kita," ujar Eko 'Patrio'.

Ketua Pelaksana Yandri Susanto menambahkan, undangan bagi presiden dan wapres juga ketua umum parpol KIH dan KMP untuk menunjukkan bahwa ‎semua parpol bisa berbeda pandangan, tapi juga bisa duduk bersama.

"Intinya pelantikan ini gambarkan ke-Indonesia-an, semua yang punya saham di republik ini kita undang apakah itu KIH-KMP, penguasa sekarang, mantan penguasa akan kita undang termasuk tokoh masyarakat, pendiri PAN, organisasi kemasyarakatan," ucap Yandri.

"Kita ingin tampilkan boleh saja kita beda dalam pandangan politik tapi bisa duduk bareng untuk kepentingan bangsa dan negara," tegasnya.

(bal/trq)


Berita Terkait