"Alhamdulillah semua pimpinan Muhammadiyah dan Majelis Tarjih hadir. Ke depan kami akan melakukan hal sama dengan ulama PBNU," kata Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin di gedung Kemenag, Jl Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Senin (4/5/2015).
Lukman mengatakan, pihaknya sengaja membahas hal itu lebih dalam dengan Muhammadiyah dan NU agar ke depannya terjadi keseragaman penetapan awal Ramadan. Sejauh ini menurutnya sudah ada kesamaan tujuan dan cara pandang kedua belah pihak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia berharap tahun ini penetapan awal Ramadan bisa diseragamkan. Metode rukyah maupun hilal akan tetap digunakan dalam penentuan awal Ramadhan nanti, karena kedua metode ini saling melengkapi.
"Kita berupaya ke arah sana (menyeragamkan awal Ramadan). Semua sudah memiliki kesamaan niat agar ini bisa pada kriteria yang sama, pada cara pandang, dan pemahaman yang sama," tutup Lukman.
Sebelumnya diberitakan, Pimpinan Pusat Muhammadiyah memutuskan 1 Ramadan jatuh pada Kamis 18 Juni 2015. Penetapan berdasarkan hasil hisab Ramadan, Syawal, dan Zulhijah 1436 Hijriyah.
(kff/imk)











































